Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tahun 2026, Nilai Ekspor di Banten Turun Gegara Rupiah Anjlok

Tangerang
Tahun 2026, Nilai Ekspor di Banten Turun Gegara Rupiah Anjlok
Kepala Barantin Banten, Abdul Kadir Karding dan Gubernur Banten, Andra Sono melepas ekspor komoditi unggulan asal Banten (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Gubernur Banten Andra Soni menyebut pertumbuhan ekspor Banten pada 2026 menurun akibat kondisi global, termasuk geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah.
  • Pemprov Banten mendorong UMKM pertanian, peternakan, perikanan, dan produk lain melalui peningkatan nilai tambah, kualitas, standar ekspor, serta Klinik Ekspor dan Klinik Karantina.
  • Januari–Agustus 2026, nilai ekspor karantina hewan naik 37,21 persen, ikan hampir Rp4 triliun atau 279 persen, dan tumbuhan 25,4 persen; tujuan utama meliputi China hingga Singapura.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times - Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan, pada tahun 2026 ini nilai ekspor di wilayahnya menurun. Hal tersebut diduga diperkirakan dari kondisi global mulai dari situasi geopolitik hingga lemahnya nilai tukar rupiah.

"Secara keseluruhan pertumbuhan ekspor di Banten memang mengalami penurunan ya, dengan kondisi global saat ini. Tapi Banten masih menjadi salah satu sentra produksi produk-produk ekspor yang ada di Indonesia," kata Andra saat Merdeka Ekspor Komoditas Unggulan Banten di Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (21/8/2026).

  1. 1. Andra sebut Banten memiliki potensi besar untuk ekspor

    Kepala Barantin Banten, Abdul Kadir Karding dan Gubernur Banten, Andra Sono melepas ekspor komoditi unggulan asal Banten
    Kepala Barantin Banten, Abdul Kadir Karding dan Gubernur Banten, Andra Sono melepas ekspor komoditi unggulan asal Banten (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Andra mengungkapkan, Provinsi Banten merupakan salah satu pusat hilirisasi ekspor di Indonesia. Maka itu, pihaknya terus menerbitkan kebijakan-kebijakan turunan dari pemerintah pusat agar manfaatnya dirasakan masyarakat Banten. Apalagi, Banten memiliki kondisi geografis yang strategis seperti adanya laut, pusat pertanian, hingga bisa menghasilkan produk-produk yang mumpuni untuk diekspor.

    "Yang belum kami kuasai adalah pengetahuan, maksudnya UMKM-nya. Maka hari ini saya didampingi oleh seluruh kepala dinas saya, untuk berikutnya menindaklanjuti, salah satunya adalah Klinik Karantina yang akan dilakukan oleh teman-teman dari Balai Karantina Provinsi Banten yang ada di Banten," jelasnya.

  2. 2. Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan memiliki potensi besar diekspor

    Kepala Barantin Banten, Abdul Kadir Karding dan Gubernur Banten, Andra Sono melepas ekspor komoditi unggulan asal Banten
    Kepala Barantin Banten, Abdul Kadir Karding dan Gubernur Banten, Andra Sono melepas ekspor komoditi unggulan asal Banten (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Ia menuturkan, banyak pelaku UMKM di Banten memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan berbagai produk UMKM namun, potensi tersebut harus didorong agar tidak berhenti sebagai komoditas yang diproduksi dan dikonsumsi di dalam daerah.

    "Kita harus meningkatkan nilai tambahnya, memperkuat kualitasnya, memastikan standar dan persyaratan ekspornya, kemudian membawanya ke pasar dunia," katanya.

    ​Karena itu, Andra Soni memandang kehadiran Klinik Ekspor sebagai sesuatu yang sangat strategis, apalagi, pelaku UMKM membutuhkan informasi, konsultasi, pendampingan, fasilitasi, kepastian persyaratan, dan akses terhadap jejaring pasar.

    "Kegiatan hari ini mempertemukan kebutuhan tersebut dalam satu ekosistem pelayanan yang lebih dekat dengan pelaku usaha," katanya.

  3. 3. Kepala Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten Banten sebut nilai ekspor Karantina Banten tak meningkat signifikan

    Kepala Barantin Banten, Abdul Kadir Karding dan Gubernur Banten, Andra Sono melepas ekspor komoditi unggulan asal Banten
    Kepala Barantin Banten, Abdul Kadir Karding dan Gubernur Banten, Andra Sono melepas ekspor komoditi unggulan asal Banten (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari mengungkapkan, penyebab kenaikan nilai ekspor Karantina Banten dari 2025 ke 2026 memang secara frekuensi tidak signifikan. Namun, ada perubahan nilai kemungkinan karena adanya lemahnya rupiah.

    "Selain itu, terjadi peningkatan kualitas biosecurity serta efisiensi logistik melalui Kargo Bandara Soekarno-Hatta, serta yang terakhir kemungkinan ada peningkatan untuk ikan adanya ekspansi pasar ekspor yang semakin meningkat," jelasnya.

    Sedangkan, untuk negara tujuan yakni China, Vietnam, Hong Kong, Singapura masih menjadi negara tujuan ekspor paling banyak. Sementara, ekspor tujuan Amerika Serikat juga mulai terlihat naik.

    Duma menuturkan, ekspor Karantina Banten periode Januari sampai Agustus 2026 dibandingkan tahun 2025 pada Karantina Hewan terjadi kenaikan melonjak sebesar 37,21 persen dengan komoditas unggulan sarang burung walet, reptil, satwa liar, vaksin, kucing, dan anjing. Untuk Karantina Ikan, terjadi juga kenaikan pertumbuhan yang sangat luar biasa mencapai hampir Rp4 triliun, untuk tahun 2026 sehingga kenaikannya kurang lebih 279 persen atau menjadi sekitar empat kali lipat dibanding tahun 2025.

    "Komoditas unggulan untuk ikan yakni ikan hias tawar, kepiting, koral, dan ikan hias air laut dan ikan hias air laut," jelasnya.

    Sedangkan, untuk Karantina Tumbuhan secara frekuensi memang mengalami sedikit penurunan dari Januari sampai Agustus. Namun secara nilai juga mengalami peningkatan senilai 25,4 persen dengan lima komoditas unggulan berupa buah manggis, buncis, rambutan, hoya, salak.

    ​"Tentu kenaikan nilai yang luar biasa ini membuktikan bahwa produk hewan, ikan, tumbuhan serta turunannya makin bernilai tinggi, kompetitif, dan diminati pasar internasional," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More