Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkot Tangerang Bantah Ada Kenaikan Kasus COVID-19 Selama November

Kota Tangerang
Pemkot Tangerang Bantah Ada Kenaikan Kasus COVID-19 Selama  November
ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)
Share Article

Tangerang, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni membantah penyataan pihak Juru Bicara Satgas COVID-19 menyatakan ada peningkatan signfikan kasus COVID-19 di Kota Tangerang.

"Kalau dari data kita, tidak ada kenaikan yang signifikan Kasus COVID-19 bila dibanding wilayah Tangsel. Dimana di Kota Tangerang angkanya (peningkatan kasus) masih stabil antara 2-5 kasus. Jadi dasarnya apa kalau bilang di Kota Tangerang ada lonjakan kasus COVID-19 selama 7 hari belakangan," kata Dini, Kamis (11/11/2021).

Diketahui, Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan ada tren kenaikan angka kasus COVID-19 selama periode 1-7 November 2021 berdasar analisis 7 Days Moving Average (DMA) diberbagai wilayah di Jawa/Bali selama 7 hari belakangan salah satunya Kota Tangerang.

  1. 1. Dini: lonjakan kasus di Kota Tangerang dan Tangsel tidak signifikan

    ilustrasi pasien anak di rumah sakit (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
    ilustrasi pasien anak di rumah sakit (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

    Namun demikian, Dini berharap wilayah Kota Tangerang tidak terjadi lonjakan kasus yang signifikan. Sebab kata dia, angka kasus masih berada di bawah wilayah Kota Tangerang Selatan.

    "Coba dibandingkan dari tanggal 1 hingga 7 November di Kota Tangerang itu angkanya 1, 5, 1, 4, 3, 5, 4 sementara di Kota Tangerang Selatan 2, 7, 11,
    7, 2, 11, 4. Jadi ini harus diperjelas lagi data kapan (peningkatan kasus) dan dimana mengeluarkan datanya," tandas Dini.

  2. 2. Begini penjelasan Jubir Satgas

    Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
    Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

    Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan beberapa kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali mengalami tren kenaikan kasus COVID-19.

    Daerah penyumbang terbanyak berasal dari 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan tren kenaikan kasus tertinggi. Hal tersebut terlihat berdasarkan analisis 7 Days Moving Average (DMA) per 1 hingga 7 November 2021.

    “Terlihat penyumbang terbesar kabupaten/kota meningkat berasal dari Jawa Tengah yaitu memiliki 10 kabupaten/kota yang mengalami tren kenaikan kasus," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Selasa (9/11/2021).

    Ia pun berpesan kepada Gubernur di lima provinsi di atas melakukan koordinasi dengan bupati atau walikota untuk melakukan koordinasi untuk menekan peningkatan kasus di masyarakat.

    "Untuk terus membaca dan menganalisis data dari 7 days moving average ini dengan cara membandingkan rata-rata kasus harian selama 7 hari dengan rata-rata kasus harian COVID-19 selama 7 hari sebelumnya," ujar dia.

  3. 3. Berikut daftar wilayah alami kenaikan kasus COVID-19

    Ilustrasi tes cepat COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
    Ilustrasi tes cepat COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

    Berikut daftar kabupaten/kota yang mengalami tren peningkatan kasus COVID-19:

    Banten

    Lebak
    Kota Tangerang
    DKI Jakarta

    Jakarta Selatan
    Jakarta Timur
    Jakarta Barat
    Jawa Tengah

    Banjarnegara
    Boyolali
    Grobogan
    Temanggung
    Tegal
    Wonosobo
    Karanganyar
    Blora
    Kendal
    Kota Surakarta
    Jawa Barat

    Sukabumi
    Cirebon
    Sumedang
    Bekasi
    Kota Bogor
    Kota Bekasi
    Kota Depok
    DI Yogyakarta

    Kulonprogo
    Bantul
    Jawa Timur

    Banyuwangi
    Madiun
    Bojonegoro
    Trenggalek
    Mojokerto
    Ngawi
    Pamekasan

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More