Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penerapan PeduliLindungi di Pasar Kota Tangerang Masih Terkendala
ANTARA FOTO/Fauzan

Kota Tangerang, IDN Times - Penerapan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang masih terhambat sejumlah kendala.

"Secara teknis dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi banyak yang tidak terdeteksi atau banyak pengunjung pasar yang lolos skrining PeduliLindungi," kata Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati, Senin (8/11/2021).

1. Perbedaan pasar dibandingkan pusat perbelanjaan modern

Ilustrasi pengunjung pasar memakai masker. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Sebab, kata Titien, pasar tradisional tidak berbeda dengan pusat perbelanjaan modern atau mall yang memiliki pintu, walau banyak akses masuk. Akan tetapi, pasar tradisional banyak memiliki akses masuk, namun tidak memiliki pintu.

Terlebih lagi, lanjutnya, penerapan aplikasi PeduliLindingi sangat sulit dilakukan pada pedagang kaki lima atau PKL.

"Dalam penerapan PeduliLindungi memang ada kendala yakni, PKL dan tidak ada pintu dan banyaknya akses masuk menuju pasar," kata Titien.

2. Pemkot Terapakan PeduliLindungi di pasar tradisional

Ilustrasi Pasar (IDN Times/Besse Fadhilah)

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang memperluas penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk menekan penyebaran COVID-19 di sejumlah fasilitas umum, seperti pasar tradisional.

Melalui PD Pasar Kota Tangerang telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi di dua pasar tradisional di Kota Tangerang, yakni Pasar Anyar dan Pasar Poris.  

Hal itu agar menjadi upaya untuk menekan penularan COVID-19 yang lebih luas dan masif.  

3. Pengunjung tidak wajib scan barcode saat masuk pasar

Ilustrasi aplikasi (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati mengungkapkan bahwa penerapan aplikasi ini masih tahap sosialisasi pada pekan lalu. Namun kini, kata dia,  sudah masuk dalam proses penerapan walau masih banyak keterbatasan.

Lebih lanjut dia menegaskan, penerapan PeduliLindungi di pasar tradisional tidak bisa dibandingkan dengan pusat perbelanjaan mall.

“Saat ini kita masih menerapkan di dua pasar, yang memang sudah diajukan ke Kemenkes dan Kemendag dan disetujui. Sedangkan pasar lainnya, hingga saat masih sosialisasi dan tahap persiapan namun tetap melakukan pengawasan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Titien, dalam keterangan tertulis, Senin (25/10/2021).

Ia menjelaskan, pada penerapan aplikasi PeduliLindungi di lingkungan pasar tidak pada konteks kewajiban saat ingin masuk pasar. Tapi, masih tahap mengajak atau mendorong masyarakat untuk peduli akan pentingnya vaksinasi untuk kehidupan kita saat ini.

Kata Titien, PD Pasar juga berusaha menambah rasa aman dan nyaman bagi pedagang dan pengunjung dengan adanya aplikasi ini.

“Tidak bisa dipungkiri tidak mudah menerapkan ini pada lokasi pasar. Tapi kita berusaha semaksimal mungkin, memastikan yang belanja dan yang menjual itu sudah mendapatkan vaksin,” kata Titien.

Curated For You

Editorial Team

Related Article