Pandeglang, IDN Times - Pihak kepolisian mencocokkan DNA mayat laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, dengan sampel DNA keluarga lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Mayat tersebut telah dievakuasi dari Pulau Enggano ke Polda Bengkulu. Proses autopsi juga telah dilakukan dan polisi kini menunggu hasil pencocokan DNA.
Polisi Cocokkan DNA Mayat di Bengkulu dengan Keluarga Jurnalis Hilang

1. Polisi ambil sampel DNA 8 keluarga korban
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, sampel DNA keluarga delapan orang yang hilang telah diambil untuk proses identifikasi.
"Mayat tersebut sudah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu, dan hari ini sudah dilaksanakan autopsi. Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak," kata Maruli, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, Polda Banten belum dapat memastikan apakah mayat yang ditemukan di Bengkulu tersebut berkaitan dengan delapan orang yang hilang di Selat Sunda. "Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu," ujarnya.
2. Mayat berjenis kelamin laki-laki
Maruli mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, mayat yang ditemukan di Pulau Enggano berjenis kelamin laki-laki. Korban diperkirakan memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter dengan usia di atas 50 tahun. Kondisi wajah korban disebut sedikit hancur, sementara kondisi kulit masih biasa.
"Jenis kelamin mayat yang ditemukan di Pulau Enggano itu berjenis kelamin laki-laki, tinggi lebih kurang 165 cm, mukanya sedikit hancur, kulitnya biasa, dan umur diperkirakan di atas 50 tahun," katanya.
Ciri-ciri tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi. Namun, kepastian identitas tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA. "Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu," katanya.
3. Delapan orang belum ditemukan, waktu pencarian diperpanjang
Sebanyak lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 belum ditemukan setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/2026). Delapan orang tersebut diketahui melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Setelah pencarian selama sepekan belum membuahkan hasil, tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari.
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu wisata.
Curated For You
- Tim SAR Perpanjang Pencarian Jurnalis Hilang, Harapan Keluarga Belum Padam15 Sep 2026, 02:34 WIB
- Kronologi Sinyal Jurnalis Hilang Sempat Terdeteksi di Pulau Sebesi13 Sep 2026, 16:24 WIB