Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Cocokkan DNA Mayat di Bengkulu dengan Keluarga Jurnalis Hilang
5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga)
  • Polisi mencocokkan DNA mayat laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dengan sampel keluarga delapan orang yang hilang di Selat Sunda.
  • Mayat telah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan diautopsi; cirinya laki-laki, tinggi sekitar 165 sentimeter, diperkirakan berusia di atas 50 tahun.
  • Lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 hilang sejak 7 September 2026 saat meliput Anak Krakatau; pencarian diperpanjang tiga hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pandeglang, IDN Times - Pihak kepolisian mencocokkan DNA mayat laki-laki yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, dengan sampel DNA keluarga lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Mayat tersebut telah dievakuasi dari Pulau Enggano ke Polda Bengkulu. Proses autopsi juga telah dilakukan dan polisi kini menunggu hasil pencocokan DNA.

1. Polisi ambil sampel DNA 8 keluarga korban

Orang tua jurnalis Antara Bagus, Mansyur (Dok. Khaerul Anwar)

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, sampel DNA keluarga delapan orang yang hilang telah diambil untuk proses identifikasi.

"Mayat tersebut sudah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu, dan hari ini sudah dilaksanakan autopsi. Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak," kata Maruli, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, Polda Banten belum dapat memastikan apakah mayat yang ditemukan di Bengkulu tersebut berkaitan dengan delapan orang yang hilang di Selat Sunda. "Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu," ujarnya.

2. Mayat berjenis kelamin laki-laki

Basarnas saat melakukan pencarian 5 jurnalis (Dok. Basarnas)

Maruli mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, mayat yang ditemukan di Pulau Enggano berjenis kelamin laki-laki. Korban diperkirakan memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter dengan usia di atas 50 tahun. Kondisi wajah korban disebut sedikit hancur, sementara kondisi kulit masih biasa.

"Jenis kelamin mayat yang ditemukan di Pulau Enggano itu berjenis kelamin laki-laki, tinggi lebih kurang 165 cm, mukanya sedikit hancur, kulitnya biasa, dan umur diperkirakan di atas 50 tahun," katanya.

Ciri-ciri tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi. Namun, kepastian identitas tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA. "Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu," katanya.

3. Delapan orang belum ditemukan, waktu pencarian diperpanjang

Masyarakat dan keluarga korban melakukan pencarian di Pulau Sekitar Krakatau (Dok. Relawan)

Sebanyak lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 belum ditemukan setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/2026). Delapan orang tersebut diketahui melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Setelah pencarian selama sepekan belum membuahkan hasil, tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu wisata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article