Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Primaya Fair 2026 Digelar, Ada Promo Skrining Jantung-Kanker
Primaya Fair 2026 digelar di AEON Mall, BSD (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Primaya Fair 2026 berlangsung 23-27 September di AEON BSD, Tangerang, sebagai perayaan 20 tahun Primaya Hospital dan upaya mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
  • Pameran menyediakan delapan gerai layanan unggulan, tes kesehatan dasar gratis, konsultasi, serta promo skrining jantung, kanker, ginjal, saraf, pembuluh darah, dan layanan ibu-anak.
  • Pemprov Banten mendorong penguatan medical tourism, sementara Kemenkes menekankan layanan berorientasi pencegahan, transparansi informasi dan biaya, serta kualitas dan keselamatan medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times — Gelaran pameran kesehatan tahunan Primaya Fair 2026 digelar di Mall AEON BSD, Tangerang, yang berlangsung pada 23-27 September 2026. Gelaran ini menjadi bagian dari perayaan dua dekade kiprah Primaya Hospital dalam menghadirkan layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat Indonesia.

​Chief Executive Officer (CEO) Primaya Hospital, Leona A. Karnali, mengungkapkan, bertemakan 20 Years of Excellence, Care That Matters to You, pihaknya ingin menegaskan bahwa excellence bukan hanya tentang teknologi atau fasilitas.

"Tapi bagaimana kita memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman untuk memberikan hasil medis yang terbaik," ujar Leona, Rabu (23/9/2026).

1. Primaya Fair juga ingin mendorong budaya edukasi atas pencegahan dini penyakit

Primaya Fair 2026 digelar di AEON Mall, BSD (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Leona mengungkapkan, Primaya Fair 2026 sengaja dihadirkan di pusat keramaian untuk mendekatkan akses edukasi dan konsultasi kesehatan langsung kepada masyarakat. Pada gelaran ini, terdapat 8 gerai pusat keunggulan yang disiapkan, mulai dari Heart and Vascular Center, Cancer Center, Sport Clinic & Orthopedic Center, Brain and Neuro Center, hingga Women and Children Center.

​​"Layanan kesehatan tidak hanya hadir saat pasien sakit, tetapi juga membantu masyarakat mengenali risikonya lebih awal agar bisa hidup lebih sehat," tambah Leona.

Dalam gelaran ini, pengunjung bisa melihat berbagai layanan dari 8 gerai tersebut, nantinya pengunjung akan diberikan tes kesehatan dasar gratis. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, bisa dilakukan janji temu hingga saran tujuan konsultasi atas keluhan dari pengunjung.

Tak hanya itu, terdapat juga berbagai macam promo medical check-up mulai dari skrining kesehatan jantung, skrining fungsi ginjal, skrining penyumbatan pembuluh darah dan varises, skrining saraf, skrining kanker, hingga layanan ibu dan anak.

2. Pemprov Banten ingin gaungkan Medical Tourism

Primaya Fair 2026 digelar di AEON Mall, BSD (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, mengungkapkan bahwa konsep gelaran kesehatan di pusat perbelanjaan merupakan langkah inovatif yang sejalan dengan agenda prioritas nasional dan daerah.

​"Ini satu terobosan inovasi yang luar biasa. Kami berkomitmen mendukung hadirnya akses layanan kesehatan yang mudah, merata, dan berkualitas," tutur Ati.

​Ati juga menyoroti potensi besar Provinsi Banten dalam mengencangkan strategi medical tourism daerah. Menurutnya, posisi strategis Banten harus dimanfaatkan agar masyarakat tidak lagi memilih berobat ke luar daerah atau luar negeri.

​"Letak Banten sangat strategis. Kita terus mendorong rumah sakit di Banten untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar mampu menjadi pusat rujukan utama dan destinasi medical tourism," jelasnya.

3. Kemenkes dorong penguatan Health Care dan transparansi layanan

Primaya Fair 2026 digelar di AEON Mall, BSD (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Hal tersebut diamini dr. Yanti Herman, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan/Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI, di mana pergeseran paradigma dari hospital care menuju health care yang berfokus pada pencegahan dan wellness harus terus dilakukan. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik terkait layanan unggulan rumah sakit serta kepastian biaya medis guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dalam negeri.

​"Kunci utama penguatan layanan terletak pada care yang tulus, quality yang konsisten, dan safety yang tidak bisa ditawar. Kita ingin masyarakat yakin bahwa kualitas medis di Indonesia tidak kalah bersaing," tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article