Tak Perlu ke Luar Negeri, RS di Tangerang Kini Bisa Transplantasi Ginjal

- Transplantasi ginjal dan hati dilakukan oleh tim dokter multidisiplin di Mandaya Royal Hospital Puri
- Rumah sakit ini juga menyediakan layanan onkologi melalui kemoterapi minim efek samping dan teknologi non-invasif untuk penanganan miom atau kista rahim
- Mandaya Royal Hospital akan membangun rumah sakit 23 lantai di Jakarta Selatan dengan teknologi robotik mutakhir
Tangerang, IDN Times - Banyak masyarakat Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan atas penyakitnya lantaran dianggap memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Padahal, rumah sakit di Indonesia juga memiliki fasilitas yang sama, seperti di Mandaya Royal Hospital Puri, Kota Tangerang yang memiliki fasilitas transplantasi ginjal dan hati.
Ben Widaja, Co Founder dan Presiden Direktur Mandaya Hospital Group mengungkapkan, RS tersebut menjadi yang RS swasta keempat yang memiliki layanan transplastasi ginjal dan hati di Indonesia.
"Meski baru berusia empat tahun, kami telah memperoleh izin untuk melakukan transplantasi ginjal. Kami menjadi rumah sakit swasta keempat di Indonesia yang mampu menjalankan prosedur ini, didukung oleh tim nefrologi dan urologi yang sangat kuat," katanya, Minggu (30/11/2025).
1. Transplantasi dilakukan oleh berbagai dokter multidisiplin

Ben menuturkan, layanan transplantasi ginjal dan hati di Mandaya Royal Hospital Puri dikerjakan oleh tim dokter multidisiplin yang terdiri dari ahli bedah transplantasi, nefrolog, hepatolog, ahli anestesi khusus transplantasi, serta tenaga keperawatan terlatih, yang bekerja dalam sistem perawatan terpadu.
Selain itu, Mandaya Royal Hospital Puri juga telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang operasi modern, unit perawatan intensif khusus transplantasi, teknologi penunjang mutakhir, serta prosedur keamanan yang mengikuti standar internasional.
"Layanan transplantasi ini semakin memperkuat posisi Mandaya Royal Hospital Puri sebagai rumah sakit rujukan yang mampu menyediakan layanan medis berskala internasional bagi pasien di Tanah Air," jelasnya.
2. Di RS ini, terdapat juga layanan onkologi melalui kemoterapi minim efek samping

Selain itu, Mandaya juga memperluas kapasitas layanan onkologi melalui pengenalan kemoterapi HIPEC, sebuah metode terapi yang memberikan obat kemoterapi bersuhu hangat langsung ke dalam rongga perut. HIPEC terbukti menjadi pendekatan efektif untuk menangani kanker usus besar dan kanker ovarium stadium lanjut yang telah menyebar ke rongga perut, karena dapat menghancurkan sisa sel kanker secara lebih optimal.
"Dengan efek samping yang lebih minim dibandingkan kemoterapi sistemik," jelasnya.
Di bidang kesehatan wanita, Mandaya Royal Hospital Puri juga menghadirkan HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound), yaitu teknologi non-invasif untuk penanganan miom atau kista rahim. Metode ini memanfaatkan gelombang ultrasound terfokus untuk menghilangkan miom tanpa pembedahan.
"Sehingga organ rahim tidak perlu diangkat dan waktu pemulihannya lebih cepat," jelasnya.
3. RS Mandaya Royal Hospital juga bakal dibangun 23 lantai di Jakarta Selatan

Tidak hanya menghadirkan layanan medis terbaru, Mandaya juga mengumumkan rencana ekspansi dengan membangun Mandaya Royal Hospital Antasari di Jakarta Selatan. Rumah sakit 23 lantai dengan 300 tempat tidur yang dijadwalkan dibuka pada pertengahan tahun 2026 ini akan menjadi pusat layanan kesehatan modern dengan teknologi robotik mutakhir.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Mandaya Royal Hospital Puri semakin memperkokoh komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan yang inovatif dan bertaraf internasional bagi masyarakat Indonesia.
"Momentum ulang tahun ke-4 ini menjadi tonggak penting atas perjalanan Mandaya dalam menghadirkan pelayanan komprehensif sekaligus menjadi titik awal untuk terus berkembang dan menghadirkan terobosan-terobosan kesehatan di tahun-tahun mendatang," pungkasnya.

















