Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uji Emisi 1.000 Kendaraan di Tangerang, Mobil Solar Banyak Tak Lolos
Uji Emisi 1.000 Kendaraan di Tangerang, Mobil Solar Banyak Tak Lolos (Dok. Pemkot Tangerang)
  • Pemkot Tangerang melalui DLH dan Polres Metro Tangerang Kota menggelar uji emisi dua hari, menargetkan sekitar 1.000 kendaraan di akses menuju pusat pemerintahan.

  • Pada hari pertama, 585 kendaraan diperiksa. Kelulusan mobil bensin mencapai sekitar 95 persen, sedangkan kendaraan solar hanya sekitar 33 persen.

  • Kendaraan yang gagal uji umumnya kurang perawatan; pemilik diberi teguran dan diminta memperbaiki kendaraan demi memenuhi ambang emisi serta menjaga kualitas udara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kota Tangerang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar uji emisi kendaraan bermotor untuk menjaga kualitas udara. Dari hasil pemeriksaan sementara, kendaraan berbahan bakar solar memiliki tingkat kelulusan jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Uji emisi digelar Pemkot Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Polres Metro Tangerang Kota selama dua hari. Kegiatan menyasar kendaraan, khususnya roda empat, yang melintas di sejumlah akses menuju kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana mengatakan, pada hari pertama sebanyak 585 kendaraan menjalani pemeriksaan. Secara keseluruhan kegiatan tersebut menargetkan sekitar 1.000 kendaraan.

“Untuk hari ini kami menargetkan sekitar 500 kendaraan. Lokasinya di sejumlah titik akses menuju kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Sebelumnya, uji emisi juga telah dilaksanakan di Jalan MH Thamrin, Kawasan Ayodhya,” ujar Yudi, Kamis (10/9/2026).

1. Tingkat kelulusan mobil bensin capai 95 persen

Uji Emisi 1.000 Kendaraan di Tangerang, Mobil Solar Banyak Tak Lolos (Dok. Pemkot Tangerang)

Yudi menjelaskan, tingkat kelulusan kendaraan berbahan bakar bensin mencapai sekitar 95 persen. Sementara kendaraan berbahan bakar solar hanya memiliki tingkat kelulusan sekitar 33 persen.

Menurutnya, kendaraan yang tidak memenuhi ambang batas emisi umumnya disebabkan kurangnya perawatan rutin. “Banyak kendaraan yang tidak lolos karena perawatannya kurang. Karena itu, kami terus mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan servis kendaraan,” katanya.

Terhadap kendaraan yang tidak lolos, petugas memberikan teguran dan mengimbau pemilik segera melakukan perbaikan.

2. Jadikan perawatan kendaraan sebagai kebiasaan

Uji Emisi 1.000 Kendaraan di Tangerang, Mobil Solar Banyak Tak Lolos (Dok. Pemkot Tangerang)

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono meninjau langsung pelaksanaan uji emisi di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi di Kota Tangerang memenuhi ambang batas emisi yang ditetapkan.

“Setiap kendaraan kita periksa untuk memastikan emisinya masih dalam ambang batas. Kalau belum memenuhi, tentu perlu dilakukan perbaikan. Ini langkah sederhana, tetapi penting untuk menjaga udara yang kita hirup bersama,” ujar Maryono.

Maryono juga mengajak masyarakat tidak hanya mengikuti uji emisi, tetapi menjadikan perawatan kendaraan sebagai kebiasaan. “Alhamdulillah, sebagian besar kendaraan yang diperiksa masih memenuhi ambang batas. Mudah-mudahan kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga udara Kota Tangerang semakin sehat dan langit kita semakin biru,” katanya.

3. Uji emisi disebut bagian dari menjaga kesehatan lingkungan

Uji Emisi 1.000 Kendaraan di Tangerang, Mobil Solar Banyak Tak Lolos (Dok. Pemkot Tangerang)

Yudi menegaskan, uji emisi tidak sebatas memeriksa kondisi kendaraan. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kualitas udara dan lingkungan.

“Merawat kendaraan bukan hanya soal menjaga performanya, tetapi juga ikut menjaga udara yang kita hirup dan kesehatan lingkungan. Kalau kendaraannya sehat, udaranya juga lebih baik,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article