Warga Huntara Lebak Soroti Ketimpangan Akses Lebak dan Bogor

- Warga huntara soroti ketimpangan akses jalan di Lebak dan Bogor
- Perbedaan kondisi jalan mencolok, warga pertanyakan komitmen Pemkab Lebak
- Seluruh warga berhak mendapat akses dasar yang layak, termasuk hunian tetap
Lebak, IDN Times – Warga hunian sementara (huntara) korban banjir bandang di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak menyoroti ketimpangan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Perbedaan kondisi jalan terlihat mencolok di kawasan huntara tersebut. Jalan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor tampak mulus berlapis aspal hitam, sementara akses jalan di wilayah Kabupaten Lebak masih berupa tanah merah yang licin dan becek, terutama saat musim hujan.
Salah seorang warga huntara, Muhamad Zaenudin mengatakan, kondisi tersebut menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan di wilayah perbatasan antar daerah.
“Ini bukti yang bisa kita lihat langsung. Jalan di wilayah Bogor sudah mulus, sedangkan di wilayah Lebak masih tanah merah. Kalau hujan, becek dan sulit dilewati,” kata Zaenudin, Senin (12/1/2026).
1. Zaenudin mempertanyakan komitmen Pemkab Lebak
Zaenudin pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur penunjang aktivitas sehari-hari. “Mereka seperti tidak punya rasa malu kepada rakyat. Jalan di Bogor bisa diaspal sampai ke perbatasan, sementara di Lebak dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku bersyukur atas pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Bogor karena turut dirasakan manfaatnya oleh warga huntara di Cigobang.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Jalan yang bagus ini sangat membantu, apalagi kalau ada kondisi darurat seperti orang sakit atau ibu mau melahirkan, terutama saat hujan,” katanya.
2. Seluruh warga negara berhak mendapat akses dasar yang layak

Ia menegaskan, bahwa warga di Lebak dan Bogor sama-sama warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan fasilitas dasar yang layak.
“Kami ini sama-sama warga Indonesia. Kenapa di Bogor jalannya bagus, tapi di Lebak masih rusak dan tanah semua,” ungkap Zaenudin.
Selain persoalan jalan, warga huntara juga mengeluhkan belum adanya kejelasan terkait pembangunan hunian tetap (huntap) yang sebelumnya dijanjikan pemerintah. Warga mengaku lelah menunggu kepastian, sementara kondisi hunian sementara semakin memprihatinkan.
“Sudah lama kami menunggu. Sampai sekarang belum ada kejelasan soal hunian tetap,” ucapnya.

















