Comscore Tracker

Lewat Digital, Pelaku Usaha Kuliner Raup Untung Saat Pandemik 

Ruhiyat hanya andalkan online bisa raup untung jutaan

Kota Tangerang, IDN Times - Dampak pandemik COVID-19 sangat dirasakan berbagai kalangan masyarakat, di Kota Tangerang. Pandemik memaksa pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) bertransformasi menjajakan produk usahanya.

Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, UMKM di kota tersebut sedikit demi sedikit mengembangkan usaha mereka berbasis digital. Hanya berbekal etalase di platform transportasi online, para UMKM ini dapat meraup keuntungan jutaan rupiah setiap bulannya dan bertahan di tengah dampak COVID-19.

Baca Juga: Pelaku UMKM di Tangerang Bertambah Selama Pandemik COVID-19

Manfaatkan digitalisasi, Rice Box Mamiyu lahir kala pandemik

Lewat Digital, Pelaku Usaha Kuliner Raup Untung Saat Pandemik Dok. Pribadi/Ruhiyat

Salah satu pelaku UMKM yang sukses memanfaatkan hal tersebut ialah Rice Box Mamiyu, usahal milik Ruhiyat Prayoga. Warga Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, baru memulai usahanya satu tahun yang lalu atau sejak pandemik COVID-19 melanda.

"Betul, pas lagi genting-gentinya pandemik. Mungkin juga bisa dibilang, bisnis ini hikmah pandemik. Saat itu kan memang semua orang stay at home (berada di rumah)," kata Ruhiyat, melalui percakapan WhatsApp, Senin (18/10/2021).

Ruhiyat mengatakan tahun lalu dampak pandemik membuatnya bekerja di rumah, dari keterbatasan tersebut ia mencoba mencari peluang usaha untuk bertahan di tengah kesulitan ekonomi yang menghampiri sebagian besar masyarakat.

"Tiba-tiba punya ide aja gitu buat bisnis kuliner ini. Selain untuk mengisi waktu di rumah, saya juga pikir, saat ini semua orang gak bisa kemana-mana. Dan ketika mau makan pun, mereka mengandalkan ojek online pada saat itu," ujarnya.

Ruhiyat menjelaskan bahwa ia tidak menyangka bahwa produk yang dibuatnya dapat diterima oleh masyarakat, padahal ia baru memulai bisnis tersebut.

Hanya mengandalkan platform online

Lewat Digital, Pelaku Usaha Kuliner Raup Untung Saat Pandemik Dok. Pribadi/Ruhiyat

Hanya mengandalkan platform online, April tahun lalu produk Ruhiyat mampu mendapatkan 10 pesanan setiap harinya.

"Di luar dugaan saya sih, karena responsnya cukup baik. Di awal, sehari GoFood bisa masuk orderan 10 boks. Harga per boks Rp20 ribu pada saat itu. Lalu saya juga memanfaatkan media sosial dengan nama @mamiyuricebox sebagai sarana lainnya untuk berjualan lainnya," ujarnya.

Beranjak dari sana, usaha Ruhiyat semakin berkembang sedikit demi sedikit dan saat ini sudah memiliki tujuh produk andalan di platform trnasportasi online. Total keuntungan dapat Ruhiyat peroleh hingga jutaan rupiah dan semua itu hanya dengan mengandalkan penjualan online dari di rumah saja. 

Ruhiyat mengungkap dia tidak membuka toko fisik ataupun menjajakannya secara langsung ke masyarakat. Dia mengakui, bisnis yang dia tekuni bisa berkembang lebih besar jika ada pengembangan lebih jauh. 

"Untuk bisnisnya sendiri sih berjalan flat saja, sejauh ini hanya mengandalkan ojek online. Tapi karena memang saya yang belum fokus full, maka sedikit flat aja. Keuntungan rata-rata Rp2,5 juta perbulan, itu setelah dipotong uang belanja, potongan ojek online, operasional, dan lain-lain," kata dia. 

UMKM penggerak ekonomi di masa sulit

Lewat Digital, Pelaku Usaha Kuliner Raup Untung Saat Pandemik Ilustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Pada tahun 2020, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Tangerang mencatat, ada 94.000 UMKM di Kota Tangerang. Mereka merupakan penggerak roda perekonomian di tengah krisis ekonomi akibat pandemik COVID-19.

Ruhiyat merupakan salah satu pelaku UMKM Kota Tangerang yang jadi salah organ penggerak ekonomi di Kota Tangerang. 

Baca Juga: Potret Pelukis Wajah di Atas Daun Kering Raup Untung Hingga Jutaan 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya