Pertamina: Pasokan BBM di Jalur Mudik dan Wisata Banten Aman Saat Lebaran

- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan stok BBM aman di jalur mudik dan wisata Banten dengan 427 SPBU siaga, 62 mobil tangki, dan 52 motor delivery.
- Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret serta 18–20 Maret 2026, dengan kenaikan konsumsi BBM sekitar 9,6 persen dibanding hari biasa.
- Penggunaan LPG diperkirakan naik 2,86 persen, Avtur meningkat 0,5 persen, dan BBM industri naik hingga 7,9 persen selama periode angkutan Lebaran.
Tangerang, IDN Times - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan stok bahan bakar minyak (BBM), baik yang subsidi maupun nonsubsidi, aman. Pertamina juga menjamin pasokan BBM di sepanjang jalur wisata di Banten.
"Jadi masyarakat tidak perlu panik dan bijaklah dalam membeli BBM," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria pada Rabu (11/3/2026).
1. Stok cadangan pun disiagakan di jalur-jalur mudik dan wisata

Penyiagaan BBM di Banten, kata dia, bukan hanya dilakukan di rest area tol menuju dan di Pelabuhan Merak saja, melainkan juga di akses menuju tempat-tempat wisata, seperti di kawasan Cilegon, Serang, dan Pandeglang.
"Ada 427 SPBU yang siaga 24 jam, 62 mobil tangki yang stand-by, 52 unit motor untuk delivery BBM yang akan berkeliling bilamana kondisi macet, dan beberapa tempat lainnya yang akan disiagakan. Meliputi di akses jalan utama, ruas tol dan juga jalur wisata," kata Satria.
2. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 Maret 2026

Satria menuturkan, diprediksi puncak arus mudik di wilayah Banten akan terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026. Selama arus mudik dan balik juga diprediksi, ada kenaikan pemakaian BBM sebanyak 9,6 persen bila dibandingkan dengan hari biasa.
"Kami memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri terjadi mulai 14 hingga 15 Maret 2026, kemudian terjadi lagi di 18 hingga 20 Maret 2026. Selanjutnya arus balik diprediksi terjadi puncaknya pada 24 hingga 25 Maret 2026,"ungkapnya.
Pada saat masa mudik lebaran itu, diprediksi pula ada kenaikan penggunaan BBM, baik itu Pertalite, Pertamax ataupun Pertamax Turbo, sebanyak 9,6 persen bila dibandingkan dengan penggunaan BBM di hari-hari normal atau bukan peak season.
"Sebaliknya, penggunaan gasoil atau solar terjadi penurunan 27,3 persen dibanding hari biasa. Hal ini lantaran adanya pembatasan kendaraan bertonase berat ataupun truk muatan oleh pemerintah, selama arus mudik dan balik berlangsung," jelasnya.
3. Penggunaan LPG juga diprediksi naik 2,86 persen

Selain itu, penggunaan bahan bakar Avtur untuk pesawat terbang juga diprediksi naik sekitar 0,5 persen pada musim angkutan lebaran mendatang. Sedangkan, untuk penggunaan gas elpiji juga diprediksi naik 2,86 persen lantaran kebutuhan masyarakat dan UMKM.
"BBM industri juga diprediksi naik 7,9 persen," jelasnya.


















