Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banjir di Periuk Tangerang Belum Surut, 3.947 Warga Masih Mengungsi

Banjir di Periuk Tangerang Belum Surut, 3.947 Warga Masih Mengungsi
Ilustrasi Banjir. ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Intinya Sih
  • Banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, belum surut hingga hari keempat dan masih merendam delapan perumahan dengan total 8.812 jiwa terdampak.
  • Sebanyak 3.947 warga masih mengungsi di berbagai lokasi karena ketinggian air mencapai hingga tiga meter akibat luapan Situ Bulakan, Kali Sabi, dan jebolnya tanggul.
  • BPBD Kota Tangerang menambah pompa portable untuk mempercepat penyedotan air agar banjir di wilayah Periuk bisa segera surut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN TimesBanjir yang melanda Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, belum sepenuhnya surut hingga hari keempat pascakejadian. Tercatat delapan perumahan masih terendam banjir dan ribuan warga masih bertahan di pengungsian.

Camat Periuk, Andhika Nugraha, mengatakan banjir tersebut berdampak pada ribuan warga di wilayahnya.

“Jumlah warga terdampak 2.443 kepala keluarga dengan total 8.812 jiwa,” kata Andhika, Kamis (12/3/2026).

1. Hampir 4 ribu warga masih mengungsi

Ilustrasi banjir.
Ilustrasi banjir. ANTARA FOTO/Jojon

Andhika menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 3.947 warga masih berada di sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di wilayah Kecamatan Periuk.

Ketinggian air di beberapa titik masih cukup tinggi dan bervariasi, bahkan di lokasi tertentu masih mencapai sekitar 3 meter. Banjir terjadi akibat luapan Situ Bulakan dan Kali Sabi serta jebolnya tanggul di wilayah tersebut.

2. Perum Periuk Damai terdampak paling parah

Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)

Di Kelurahan Periuk, banjir merendam Perum Garden City RW 015 yang berdampak pada 320 kepala keluarga atau sekitar 1.200 jiwa. Sebanyak 200 warga mengungsi di aula kantor kecamatan dan gedung MUI Periuk karena ketinggian air mencapai sekitar 150 sentimeter.

Sementara itu, kondisi terparah terjadi di Perum Periuk Damai RW 08. Di kawasan tersebut sekitar 860 warga mengungsi di Masjid Al Jihad karena ketinggian air masih mencapai 300 sentimeter.

Selain itu, banjir juga merendam Perum Villa Mutiara di RW 09, 011, dan 013 dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.475 kepala keluarga. Sebagian warga mengungsi di balai warga, posyandu, serta Blok F perumahan tersebut.

3. BPBD tambah pompa untuk percepat surutnya banjir

Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir (Pixabay)

Banjir juga terjadi di Kelurahan Gembor yang merendam Perum Total Persada Raya RW 007 dan 008. Sekitar 1.800 warga mengungsi di GOR, gedung sekolah, serta Masjid Al Jihad dengan ketinggian air sekitar 80 hingga 100 sentimeter.

Sementara itu, di Perum Taman Gebang Raya RT 02, 03, dan 04 RW 006, Kelurahan Gebang Raya, sebanyak 16 warga terpaksa mengungsi ke masjid dan posyandu terdekat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya telah menambah pompa portabel untuk mempercepat proses penyedotan air.

“Kami menambahkan pompa portabel agar buangan air dari Situ Bulakan ke arah Cirarab bisa lebih cepat,” ujar Mahdiar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Banten

See More