108 Hektare Sawah di Tigaraksa Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

- Banjir mengakibatkan petani gagal panen
- 30 rumah warga terdampak banjir, ketinggian air mencapai 20-40 cm
- Banjir merendam pemukiman di Cikande, 222 kepala keluarga terdampak
Tangerang, IDN Times - Sebanyak 108 hektare (ha) sawah di Kadu Agung, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terancam gagal panen. Areal persawahan tersebut terendam banjir sejak Minggu (11/1/2026).
"Seluas 62 hektare sawah di blok 2 dan 46 hektare sawah di blok 3 terancam gagal panen (puso) akibat banjir," ujar Camat Tigaraksa, Cucu Abdul Rosyid, Rabu (14/1/2026).
1. Banjir mengakibatkan petani mengalami kerugian

Cucu mengungkapkan, bencana banjir tersebut mengakibatkan petani mengalami kerugian lantaran tak bisa memanen padi yang telah ditanamnya.
"Di area lahan pertanian ketinggian air mencapai 1 meter lebih," jelasnya.
2. Sebanyak 30 rumah warga juga terdampak banjir

Selain area sawah yang terdampak, sebanyak 30 rumah warga juga ikut terendam luapan aliran Sungai Cimanceuri.
Akibatnya, kata Cucu, beberapa kepala keluarga (KK) bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya perluasan peningkatan debit air ke permukiman. Sementara untuk ketinggian air yang merendam permukiman mencapai 20 hingga 40 centimeter (cm).
"Kalau ini fenomenanya tidak dari hujan saja, kalau dari wilayah hulu di wilayah Bogor hujan deras, maka kami terdampak," ujarnya.
3. Banjir juga merendam pemukiman di Cikande

Selain di Tigaraksa, banjir juga menggenang pemukiman warga di Perumahan Taman Cikande, Kabupaten Tangerang dengan ketinggian mencapai 70 cm hingga 2 meter. Banjir tersebut diakibatkan meluapnya Sungai Cidurian yang berada di dekat kawasan tersebut.
Pantauan IDN Times di lokasi, setidaknya 222 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda sejak Minggu (11/1/2026) tersebut.
"Yang terdampak banjir ini mencakup RT 04, sebanyak 17 KK, RT 05 sebanyak 62 KK. Namun untuk total keseluruhan yang terdampak sekarang ini 222 KK," ungkap Ketua RW 03, Fiktor Silaen di Tangerang, Rabu (14/1/2026).
















