13 Kecamatan di Kabupaten Serang Dilanda Banjir dan Longsor

Serang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat, bencana hidrometeorologi terjadi di 13 kecamatan di wilayah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan bencana tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang terjadi beruntun sejak 2 Januari 2026.
Bencana yang muncul di belasan kecamatan itu berupa berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang. "Dampaknya meluas di 20 desa," kata Ajat, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (5/1/2026).
1. Ini daftar kecamatan yang terdampak

Adapun 13 kecamatan yang terdampak bencana tersebut, meliputi: Kecamatan Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung, dan Cikeusal. Sebanyak 3.514 kepala keluarga (KK) terdampak bencana, dengan total jumlah warga 11.700 jiwa.
Selain itu, hingga Senin pagi, sebanyak 3.164 unit rumah warga terdampak, meliputi 3.145 rumah terendam banjir, 13 rumah rusak akibat pergerakan tanah atau longsor, dan enam rumah rusak diterjang angin kencang.
BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dan menyoroti kebutuhan mendesak bagi korban berupa makanan siap saji, family kit, pakaian, obat-obatan, serta terpal.
2. Tinggi muka air di beberapa lokasi banjir berkisar antara 5 cm hingga 45 cm

Ajat menjelaskan banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga fasilitas umum seperti dua sekolah, dua masjid, dan dua mushala. Sektor pertanian pun turut terpukul dengan terendamnya sekitar 108 hektare lahan persawahan di Kecamatan Pamarayan dengan usia tanaman 0–60 hari.
"Kondisi terkini tinggi muka air di beberapa lokasi banjir berkisar antara 5 hingga 45 centimeter (cm). Sebagian warga ada yang melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat yang lebih aman," katanya.


















