Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dugaan Pelecehan di KRL, Terduga Pelaku Laporkan Balik Akun Medsos

Dugaan Pelecehan di KRL, Terduga Pelaku Laporkan Balik Akun Medsos
Ilustrasi KRL Commuter Line Jabodetabek. (dok. KAI Commuter)
Intinya Sih
  • Terduga pelaku pelecehan di KRL Jakarta–Nambo melaporkan balik sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarkan tuduhan tanpa bukti dan mencemarkan nama baiknya.
  • Kuasa hukum terduga pelaku menilai pemberitaan viral telah menghakimi kliennya sebelum ada pembuktian hukum, sehingga laporan dibuat untuk menjaga asas praduga tak bersalah.
  • Kasus bermula dari unggahan seorang perempuan di Threads yang mengaku dilecehkan penumpang pria diduga dosen Unpam saat berada di Commuter Line rute Jakarta–Nambo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang Selatan, IDN Times — Kasus dugaan pelecehan seksual di kereta rute Jakarta–Nambo yang sempat viral di media sosial kini memasuki babak baru. Terduga pelaku yang disebut-sebut merupakan dosen dari Universitas Pamulang melaporkan balik sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarkan tuduhan tanpa bukti.

Kuasa hukum terduga pelaku, Dadang Sumarna mengatakan, laporan tersebut dibuat sebagai respons atas viralnya tuduhan di media sosial yang dinilai telah menghakimi kliennya.

“Tentunya ini juga merespons dari viralnya pemberitaan kemudian didasarkan pada belum terbuktinya klien kami atas perbuatan yang dituduhkan dan terganggunya klien kami dari pemberitaan yang seolah menghakimi klien kami dengan hanya berdasarkan kepada pernyataan sebelah pihak,” kata Dadang kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

1. Narasi di medsos disebut mendeskriditkan pelapor

ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)

Ia menjelaskan, pihaknya melaporkan sejumlah akun media sosial yang dianggap membuat narasi yang menyudutkan kliennya.

“Klien kami melaporkan beberapa akun yang membuat viral dengan narasi menghakimi klien kami padahal klien kami masih praduga tidak bersalah,” ujarnya.

Dadang juga menanggapi adanya pengakuan dari pihak lain yang mengaku sebagai korban. Menurutnya, tim kuasa hukum saat ini hanya fokus pada perkara yang sedang viral tersebut.

“Kalau ada korban lain selain yang sedang viral saat ini itu bukan bagian dari perkara yang kami tangani dan kami baru mengetahui saat WA ini,” katanya.

2. Seorang perempuan mengaku jadi korban pelecehan terjadi di Commuter Line

WhatsApp Image 2025-09-01 at 10.01.21 (2).jpeg
Ilustrasi KRL Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

Sebelumnya, seorang perempuan mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh penumpang lain di dalam Commuter Line Jabodetabek rute Jakarta–Nambo pada Sabtu (14/3/2026) malam.

Pengakuan tersebut diunggah melalui akun Threads @/asrta.vo dan kemudian viral di media sosial. Dalam unggahannya, korban menyebut pelaku diduga merupakan seorang dosen.

“Security Alert (Peringatan Keamanan). (Diduga) dosen cabul Teknik Industri Unpam di KRL,” tulis korban dalam unggahan tersebut.

Korban menjelaskan kejadian bermula saat ia menaiki kereta terakhir menuju Nambo dari Stasiun Tebet sekitar pukul 20.37 WIB. Saat itu kondisi gerbong disebut sangat padat.

“Posisinya sangat ramai. Saya sedang mengejar kereta terakhir ke arah Nambo dan naik dari stasiun Tebet. Posisi saya tidak jauh dari pelaku,” tulis korban.

Menurut pengakuan korban, kejadian terjadi ketika kereta melintas di antara Stasiun Universitas Pancasila menuju Stasiun Universitas Indonesia sekitar pukul 21.00 WIB.

“Pelaku memegang belakang tas itu sambil meraba (bagian sensitif) saya dan tidak lama kemudian pelaku mengelus lagi sebanyak dua kali,” tulisnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More