Wakapolda Metro Tinjau Mudik di Bandara Soetta, 3 Hal Jadi Atensi

- Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto meninjau arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta dan mencatat kenaikan penumpang hingga 24,6 persen menjelang Lebaran 2026.
- Tiga hal jadi fokus pengamanan: pencegahan pencurian di parkiran, pembobolan koper, serta kelancaran keberangkatan penumpang selama Operasi Ketupat 2026.
- Wakapolda mengimbau maskapai meminimalisir delay penerbangan dan Polda Metro Jaya menurunkan Tim Kancil untuk mengurai kemacetan menuju bandara.
Tangerang, IDN Times - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono meninjau pelaksanaan angkutan mudik di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (17/3/2026). Dalam tinjauan tersebut, Wakapolda berkeliling melihat situasi pelaksanaan angkutan penerbangan, mulai dari area drop off, area check-in, hingga pos pengamanan Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Ia mengungkapkan, telah mendapatkan informasi bahwa terdapat kenaikan jumlah penumpang dalam kurun waktu 6 hari atau H-3 sebelum lebaran.
"Kenaikan penumpang itu rata-rata 12 sampai 13 persen, tertinggi pd tanggal 14 Maret kurang lebih 183 ribu atau 24,6 persen, 2 kali lipat dari hari-hari sebelumnya," kata Wakapolda.
1. Ada 3 hal yang menjadi atensi di Bandara Soekarno-Hatta

Wakapolda mengungkapkan, adanya kenaikan jumlah penumpang menjadi hal positif setelah masa COVID-19 lalu. Namun, terdapat 3 hal yang menjadi atensi di Bandara Soekarno-Hatta saat ini, terutama seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang di bandara tersibuk di Indonesia tersebut.
"Tentunya ini menjadi tanggung jawab dari aparat kepolisian, managemen Angkasa Pura, Dinas Perhubungan untuk memberi pelayanan yang lebih baik dan maksimal. Karena angka pelayananya meningkat, tentu pelayananya harus meningkat," jelasnya.
Adapun, 3 hal yang menjadi atensi kepolisian di Bandara Soetta yakni pertama, masih terjadi mata elang di parkiran bandara, namun sudah dilakukan upaya-upaya pencegahan. Selanjutnya, pencegahan pembobolan (dodos) tas atau koper yang beberapa kali masih terjadi.
"Dan ini tentu kami bersinergi dengan pihak Angkasa Pura dengan managemen pengamanan internal untuk antisipasi," tuturnya.
Ketiga, pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, pihaknya meminta seluruh personel kepolisian memastikan penumpang berangkat dari rumah menuju ke bandara tepat waktu, masuk ke pesawat tepat waktu. Pasalnya, mudik merupakan kesempatan 1 tahun sekali sehingga harus dilayani dengan baik.
"Termasuk kami ingin memastikan, kalau arus lalu lintas dari kota menuju bandara ini lancar, sehingga tidak mengganggu jam keberangkatan," ungkapnya.
2. Wakapolda juga meminta maskapai dan pengelola Bandara Soetta meminimalisir delay

Selain itu, Wakapolda juga mengimbau kepada pihak maskapai dan pengelola Bandara Soetta untuk meminimalisir adanya keterlambatan jadwal penerbangan. Kalaupun terjadi, ia meminta calon penumpang diberikan kepastian informasi.
"Berapa lama delay-nya, sehingga masyarakat tidak dalam ketidakpastian, karna ini momen terakhir untuk mereka bertemu keluarga, ini kan setahun sekali," tuturnya.
3. Polda Metro Jaya juga menerjunkan Tim Kancil urai kemacetan di jalan

Untuk membantu mengurai kemacetan di berbagai ruas jalan di wilayah hukumnya, Polda Metro Jaya juga meluncurkan Tim Kancil. Nantinya, personel Tim Kancil akan terjun ke jalan-jalan, termasuk jalan tol menggunakan roda 2 kategori yang diizinkan masuk ke jalan tol.
"Ini untuk mengantisipasi dan memantau kemacetan sehingga teman-teman mungkin pernah melihat kelihatannya macet tapi setelah sampai di titik itu tidak macet, sehingga butuh pengurai. Ini kami maksimalkan," kata dia.


















