2.300 Jiwa di Kosambi Timur Terdampak Banjir hingga Setinggi 1 Meter

- 2.300 jiwa terdampak banjir di Desa Kosambi Timur, Tangerang
- Listrik padam selama 2 hari, dapur umum didirikan di 5 titik
- Pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan dana Rp1 juta per pos pengungsian disalurkan oleh DPRD Kabupaten Tangerang
Tangerang, IDN Times - Banjir masih merendam ratusan rumah di Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang pada Kamis (15/1/2026). Sedikitnya 2.300 jiwa terdampak akibat luapan air yang merendam delapan RW di wilayah tersebut dengan ketinggian bervariasi mulai 50 sampai 100 centimeter.
Kepala Desa Kosambi Timur, Hasan Nudin, menjelaskan bahwa banjir melanda RW 01, 02, 03, 05, 08, 011, dan 018. Menurutnya, banjir kali ini tergolong cukup parah sehingga langkah awal yang dilakukan pemerintah desa adalah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
“Penanganan pertama kami lakukan evakuasi dulu. Setelah itu kami data kebutuhan warga di lokasi pengungsian,” ujar Hasan.
1. Listrik di wilayah tersebut juga padam selama 2 hari

Banjir tersebut juga menyebabkan listrik di wilayah tersebut padam total sehingga aktivitas warga pun terganggu sehingga pihaknya menyiagakan genset di 3 titik pengungsian. Selain itu, dapur umum juga didirikan di 5 titik untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.
“Genset agar dapur umum tetap berjalan,” ucapnya.
Hasan menjelaskan, banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta posisi Desa Kosambi Timur yang berada di wilayah hilir. Air kiriman dari sejumlah wilayah hulu, seperti kawasan Bandara Soekarno-Hatta dan desa-desa sekitar seperti Belimbing dan Cengklong, mengalir dan bermuara di Kosambi Timur.
“Setiap tahun kami memang terdampak. Air dari hulu semuanya jatuh ke wilayah kami,” jelasnya.
2. Pemeriksaan kesehatan gratis diberikan untuk masyarakat sekitar

Untuk menjaga kesehatan korban banjir, pemerintah desa juga bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk memberikan layanan kesehatan.
“Kami adakan pengobatan di semua titik, dibantu sekitar delapan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang,” kata Hasan.
Meski kondisi dinilai sudah relatif aman, Hasan berharap ada perhatian lebih ke depannya untuk pencegahan banjir, terutama perbaikan saluran air, irigasi, serta penertiban bangunan yang berdiri di atas aliran air.
“Kami berharap ada orang-orang baik yang mau membantu memberi solusi, seperti pengadaan pompa, perbaikan saluran air, dan pembongkaran bangunan yang menghambat aliran air,” ujarnya.
3. DPRD Kabupaten Tangerang juga berikan dana bantuan Rp1 juta per pos pengungsian dan logistik

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BAGUNA), Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Ria Nurhijriah bersama Gita Swantika dan Lisiawati Lase juga turut menyalurkan bantuan Kepada warga Desa Kosambi Timur yang menjadi korban banjir.
“Bantuan yang diberikan antara lain 50 dus mi instan, air bersih, air mineral, serta beras,” ungkap Ria.
Setiap pos pengungsian juga menerima bantuan dana sebesar Rp1 juta untuk kebutuhan dapur umum, seperti pembelian cabai dan bawang. Total bantuan beras yang disalurkan mencapai hampir enam kuintal.
"Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir serta mendukung pemulihan pascabencana di Desa Kosambi Timur," pungkasnya.
















