- Drama enam langkah cuci tangan.
- Edukasi antiperundungan atau anti-bullying.
- Drama pendidikan remaja tentang kenakalan remaja.
- Edukasi pengurangan sampah di sekolah.
- Presentasi miniatur Ayo Siaga Bencana.
- Edukasi donor darah sukarela.
- Cerdas cermat kepalangmerahan bagi fasilitator PMR.
- Cipta tandu darurat campuran putra dan putri.
609 Peserta dari 28 Kecamatan Adu Keterampilan di Kejuaraan PMR Tangerang

Sebanyak 609 anggota PMR dari 28 kecamatan di Kabupaten Tangerang mengikuti Kejuaraan PMR 2026 di Tangerang Volunteer Park, Solear, pada 31 Oktober 2026.
Peserta dari tingkat Mula, Madya, dan Wira berkompetisi dalam delapan lomba bertema kesehatan, lingkungan, kesiapsiagaan bencana, donor darah, hingga antiperundungan.
PMI Kabupaten Tangerang menempatkan kejuaraan sebagai pembinaan karakter, pengetahuan, keterampilan, dan nilai kemanusiaan agar peserta berperan sebagai pemimpin, pendukung, serta pendidik sebaya.
Tangerang, IDN Times – Sebanyak 609 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari 28 kecamatan se-Kabupaten Tangerang mengikuti Kejuaraan PMR Tingkat Kabupaten Tangerang 2026. Mereka tak hanya berkompetisi, tetapi juga mengasah keterampilan kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, hingga kepedulian sosial.
Kejuaraan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang itu berlangsung di Tangerang Volunteer Park, Kecamatan Solear, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Sehat, Peduli, Tangguh, Menginspirasi”, kegiatan ini diikuti anggota PMR tingkat Mula, Madya, dan Wira. Rinciannya, 156 peserta PMR Mula, 283 peserta PMR Madya, dan 170 peserta PMR Wira.
1. Ada 8 mata lomba

609 Peserta dari 28 Kecamatan Adu Keterampilan Kejuaraan PMR Tangerang (Dok. PMI Tangerang) Ketua Pelaksana Kejuaraan PMR Kabupaten Tangerang 2026, Achmad Chumaedi mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari peserta berprestasi.
Menurutnya, kejuaraan menjadi bagian dari pembinaan generasi muda agar anggota PMR mampu menerapkan nilai-nilai kepalangmerahan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter anggota PMR agar mampu menerapkan nilai-nilai kepalangmerahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Achmad.
Ada delapan mata perlombaan yang digelar dalam kejuaraan tersebut. Materinya dibuat beragam, mulai dari kesehatan, lingkungan, kesiapsiagaan bencana, hingga isu yang dekat dengan kehidupan remaja.
Berikut delapan mata lombanya:
Melalui materi tersebut, anggota PMR diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan teknis, tetapi juga mampu menjalankan tiga peran di lingkungannya, yakni pemimpin sebaya (peer leadership), pendukung sebaya (peer support), dan pendidik sebaya (peer educator).
2. Bukan sekadar mencari juara

609 Peserta dari 28 Kecamatan Adu Keterampilan Kejuaraan PMR Tangerang (Dok. PMI Tangerang) Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI Kabupaten Tangerang, Hujaenal mengatakan, kejuaraan PMR merupakan bagian dari pembinaan karakter generasi muda.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda PMR untuk membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini,” kata Hujaenal.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama kejuaraan dapat diterapkan di sekolah maupun lingkungan masyarakat.


















