Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PT PWI Hengkang dari Lebak, Seribu Lebih Pekerja Terancam PHK

Kab. Lebak
2 min read
PT PWI Hengkang dari Lebak, Seribu Lebih Pekerja Terancam PHK
ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)
  • PT PWI 6 hengkang dari Rangkasbitung, Lebak, sehingga lebih dari 1.000 pekerja terdampak PHK dan membutuhkan solusi penyerapan kerja segera.

  • SPN Lebak meminta pemerintah memetakan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja serta memanfaatkan akses tol, KRL, dan lahan industri Cileles untuk menarik investasi.

  • Bupati Hasbi Jayabaya menyebut hengkangnya PT PWI diduga dipengaruhi berbagai faktor, termasuk potensi gangguan oknum, sehingga penegakan aturan diperlukan demi iklim investasi kondusif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lebak, IDN Times – Hengkangnya PT Parkland World Indonesia (PT PWI 6) dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, berdampak terhadap lebih dari 1.000 pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Lebak bersama stakeholder terkait. Pemerintah diminta segera mencari solusi, termasuk membuka akses lapangan kerja baru bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Lebak, Sidik Uen, mengatakan pemerintah perlu memetakan perusahaan yang masih memiliki kebutuhan tenaga kerja untuk menyerap pekerja terdampak PHK.

“Solusi harus segera dicari. Tentunya ini berkaitan dengan peran pemerintah, bisa dimulai dengan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan agar bisa mengkover kawan-kawan yang terdampak PHK,” kata Uen, Rabu (28/10/2026).

  1. 1. Lebak dinilai punya modal tarik investasi

    Kawasan sekitar area Stasiun Rangkasbitung (IDN Times/Muhamad Iqbal)
    Kawasan sekitar area Stasiun Rangkasbitung (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Menurut Uen, pemerintah tidak cukup hanya mengawal hak pekerja yang terkena PHK. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya lapangan pekerjaan baru.

    Ia menilai, Lebak memiliki sejumlah modal untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja. Di antaranya akses jalan tol, layanan KRL Commuter Line, serta lahan yang disiapkan untuk kawasan industri di Cileles.

    “Di sini pentingnya peran pemerintah untuk menyiapkan lapangan pekerjaan. Apalagi Pak Wapres pernah berjanji akan menciptakan 19 juta lapangan kerja yang kami harapkan Lebak jadi salah satu daerah yang bisa menyediakan itu,” ujarnya.

  2. 2. Bupati sebut ada banyak faktor PT PWI hengkang

    IMG-20250925-WA0004.jpg
    Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Sementara itu, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya meminta kepergian PT PWI tidak dilihat hanya dari persoalan berakhirnya kontrak dengan pemilik pabrik.

    Hasbi menduga terdapat faktor lain yang turut memengaruhi keputusan perusahaan meninggalkan Lebak. Salah satunya dugaan gangguan dari oknum tertentu yang disebut dapat memengaruhi iklim investasi.

    “Sebagai kepala daerah, saya minta ini jangan hanya dilihat dari satu sudut pandang saja. Kalau di media kan disebutkan bahwa tidak diperpanjang kontraknya, nah tidak bisa dipandang aspek itu aja,” kata Hasbi.

    “Mungkin saja mereka berbisnis ada gangguan-gangguan dari oknum sehingga berdampak pada iklim investasi yang menjadi tidak kondusif. Jadi bukan hanya soal kontrak dengan pemilik pabrik habis, bukan karena itu tapi banyak sudut pandang,” sambungnya.

    Hasbi menilai penegakan aturan menjadi salah satu kunci untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, pemerintah perlu bersinergi dengan aparat penegak hukum agar persoalan yang dapat mengganggu investasi bisa ditangani.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More