Porprov Banten 2026 Tandingkan 60 Cabor, 113 Atlet Terkendala Administrasi

Porprov VII Banten 2026 akan mempertandingkan 60 cabang olahraga, naik dari 48 cabor sebelumnya, dengan pertandingan berlangsung 8-23 November dan pembukaan pada 15 November.
Dari 6.613 atlet yang diverifikasi, 113 belum memenuhi persyaratan administrasi, termasuk KTP Banten dan dokumen lain; kontingen masih dapat melengkapi kekurangan tertentu.
Panitia menargetkan Porprov menjadi miniatur PON, sekaligus ajang menguji kesiapan penyelenggaraan dan menjaring atlet potensial untuk kontingen Banten menuju PON 2032.
Tangerang Selatan, IDN Times – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 bakal mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor), meningkat 12 cabor dibanding Porprov sebelumnya yang mempertandingkan 48 cabor.
Namun, di tengah persiapan menuju kompetisi, panitia masih menemukan persoalan administrasi atlet. Dari 6.613 atlet yang telah diverifikasi, sebanyak 113 atlet belum memenuhi persyaratan untuk mengikuti Porprov Banten 2026.
Ketua Panitia Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penambahan jumlah cabor menjadi upaya membuka ruang lebih luas bagi organisasi olahraga dan atlet di Banten untuk berkompetisi. “Kita memberikan ruang bagi teman-teman cabor supaya bisa bergeliat, ikut berkompetisi, berlatih, dan menunjukkan prestasinya. Sebagai tuan rumah, kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh cabor di Provinsi Banten untuk mengekspresikan potensinya,” tutur Pilar, Selasa (27/10/2026).
Dengan 60 cabor, Pilar menilai Porprov VII Banten berpotensi menjadi salah satu penyelenggaraan Porprov dengan jumlah cabang olahraga terbanyak di Indonesia.
1. Sebanyak 60 cabor dipertandingkan

Porprov Banten Digelar di Tangsel, Pemkot Tangerang Siapkan Venue (Dok. Pemkot Tangerang) Puluhan cabor tersebut mencakup olahraga prestasi yang sudah umum dipertandingkan hingga olahraga yang berkembang di masyarakat. Antara lain anggar, angkat berat, angkat besi, aquatic/renang, arung jeram, atletik, balap sepeda, barongsai, bermotor, billiard, binaraga, bola basket, floor ball, e-sport, drumband, dayung, dance sport, cricket, catur, bulutangkis, bridge, bowling, bola voli, dan bola tangan.
Dtambah sepak bola, sepak takraw, sepatu roda, softball, squash, taekwondo, tarung derajat, tenis lapang, tenis meja, tinju, woodball, wushu, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, pentathlon, petanque, pickleball, rugby, sambo, selam, selancar ombak, kurash, kempo, karate, judo, ju jitsu, IBCA MMA, hoki, gymnastic/senam, gulat, golf, gateball, dan futsal.
Pertandingan dijadwalkan dimulai 8 November 2026. Sementara seremoni pembukaan berlangsung pada 15 November dan rangkaian pertandingan berakhir tanggal 23 November 2026.
2. Sebanyak 113 atlet belum lolos verifikasi

Tangsel jadi tuan rumah Porprov Banten 2026 (www.tangerangselatankota.go.id) Saat ini Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov Banten 2026 masih melakukan verifikasi keabsahan atlet dari seluruh kabupaten dan kota.
Ketua Panwasrah Porprov Banten 2026, Roni Alfanto, mengatakan dari 6.613 atlet yang diperiksa, sebanyak 113 atlet belum memenuhi persyaratan administrasi.
“Alhamdulillah, persiapan tahap demi tahap sudah bisa dilalui. Hari ini kami menerima tim keabsahan dari Tangsel yang menyampaikan hasil verifikasi keikutsertaan seluruh kontingen kabupaten dan kota,” kata Roni.
Menurut Roni, sebagian atlet masih diberikan kesempatan untuk melengkapi dokumen yang menjadi persyaratan. Kendala yang ditemukan di antaranya berkaitan dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan kelengkapan administrasi lainnya.
“Kalau mereka bisa melengkapi kekurangan administrasi, masih ada peluang untuk lolos. Tetapi, ada juga yang memang tidak bisa diperbaiki, misalnya atlet tidak memiliki KTP Banten, sementara persyaratan keikutsertaan mengharuskan hal tersebut,” ujarnya.
Hasil verifikasi tersebut selanjutnya akan dibahas bersama perwakilan kontingen melalui rapat Chef de Mission (CDM). Masing-masing daerah akan mendapatkan kesempatan mengetahui hasil pemeriksaan sekaligus menindaklanjuti kekurangan dokumen atlet. Dalam waktu dekat, tim Steering Committee (SC) bersama tim CDM akan mengundang seluruh kontingen kabupaten dan kota untuk menyampaikan hasil akhir pemeriksaan.
3. Disiapkan jadi miniatur PON

Porprov Banten Digelar di Tangsel, Pemkot Tangerang Siapkan Venue (Dok. Pemkot Tangerang) Roni mengatakan, jumlah 60 cabor sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Koordinasi antarkontingen dan kesiapan administrasi harus dipastikan berjalan agar penyelenggaraan berlangsung sesuai ketentuan.
Ia berharap Porprov VII Banten tidak hanya menjadi kompetisi olahraga tingkat provinsi, tetapi juga menjadi tolok ukur kemampuan Banten dalam menggelar ajang olahraga berskala lebih besar.
“Harapan kami, Porprov ini bisa menjadi miniatur PON. Banten nantinya menjadi tuan rumah PON, sehingga penyelenggaraan Porprov harus bisa berjalan dengan baik,” tutur Roni.
Porprov VII Banten juga diharapkan menjadi ajang penjaringan atlet potensial yang dapat memperkuat kontingen Banten pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032, saat Banten bersama Lampung direncanakan menjadi tuan rumah.
Pilar meminta para atlet mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan kemampuan terbaik. Ia juga mengingatkan peserta menjaga kebersamaan serta menjunjung sportivitas selama pertandingan. “Siapkan mental, fisik, dan kemampuan terbaik. Jaga kebersamaan dan sportivitas. Mudah-mudahan seluruh atlet bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Porprov ini milik kita semua,” pungkasnya.





















