Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nama Mekanik di Tangerang Dicatut, Nunggak Pajak McLaren Rp137 Juta

Kota Tangerang
3 min read
Nama Mekanik di Tangerang Dicatut, Nunggak Pajak McLaren Rp137 Juta
ilustrasi supercar McLaren (commons.wikimedia.org/Tokumeigakarinoaoshima)
  • Mekanik Tangerang Yudriansyah tercatat menunggak pajak McLaren Rp137 juta, meski mengaku tak pernah memiliki mobil mewah dan tinggal di rumah sepetak.

  • Samsat Ciledug memblokir nomor polisi McLaren, mengunjungi rumah Yudriansyah, serta menduga manipulasi data melibatkan pihak leasing dan showroom.

  • Yudriansyah masuk kategori rentan miskin desil 3 dan pernah menerima bantuan Kemensos; ia berencana melaporkan pencatutan identitas ke Polres Metro Tangerang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - Seorang mekanik bengkel bernama Yudriansyah kaget bukan kepalang saat didatangi petugas Samsat Tangerang lantaran tercatat menunggak pajak kendaraan mewah mobil McLaren senilai Rp137 juta. Padahal, jangankan McLaren, rumah yang ia tinggali saat ini saja hanya rumah sepetak di gang sempit di kawasan Pinang, Kota Tangerang.

Atas pencatutan tersebut, Yudariansyah pun berencana akan membuat laporan ke Mapolres Metro Tangerang. Hal tersebut dikatakan Kasie Humas Polres Metro Tangerang, Kompol Gunawan.

"Besok, kalau jadi. Mau buat laporan ke Polres," ungkap Gunawan, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Samsat Ciledug sudah lakukan pemblokiran nomor polisi McLaren

    Kenapa perpanjang harus tepat waktu?
    STNK (seva.id)

    Sementara itu, Samsat Ciledug Kota Tangerang menduga, adanya praktik manipulasi data yang diduga melibatkan pihak penyedia jasa pembiayaan (leasing) bersama showroom dalam kasus montir bengkel yang hidup pas-pasan tiba-tiba terdata nunggak pajak mobil mewah hingga ratusan juta.

    "Kalau benar begitu berarti memang ada permainan leasing waktu pertama kali beli mobil di showroom pakai KTP orang," ungkap Plt Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid.

    Lalu, dia sendiri juga benar-benar memastikan, apakah benar tidak punya mobil sport seharga Rp 1,4 miliar itu. Yang bersangkutan jawab tidak pernah bahkan untuk makan pun terkadang masih sulit.

    "Dia bilang, 'saya mah kuli, boro-boro beli mobil mewah, makan aja harus nyari duit dulu tiap hari'," ujarnya.

  2. 2. Samsat Ciledug telah kunjungi langsung rumah Yudariansyah

    ilustrasi  STNK (IDN Times/Uswatun Khasanah)
    ilustrasi STNK (IDN Times/Uswatun Khasanah)

    Idam Kholid pun sudah menyaksikan sendiri kondisi rumah dan juga mewawancarai langsung Yudariansyah. Dimana, akses ke rumah tersebut pun masuk ke dalam perkampungan, gangnya sempit, sangat kecil memungkinkan sport car tersebut bisa masuk ke dalamnya.

    ​"Melihat kondisinya kami percaya Pak Yudariansyah dicatut namanya oleh pihak tidak bertanggung jawab, orang jalan menuju rumah beliau saja sempit untuk dilalui mobil," ujarnya.

    Oleh karena itu, Samsat bakal terus mengejar para pemilik asli kendaraan super mewah guna menuntaskan kewajiban pajak daerah. Temuan yang terjadi tersebut akan kembali ditelusuri untuk mengantisipasi lebih banyak warga yang dirugikan atas perbuatan pihak tidak bertanggung jawab.

    ​"Pasti kami bakal telusuri lagi semua data kendaraan yang masih menunggak, tetap kita harus kejar baik atas nama pribadi maupun perusahaan,"ujarnya.

  3. 3. Yudariansyah juga tercatat masuk dalam Desil 3 Kemensos

    Ilustrasi Bantuan Sosial (Bansos). (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi Bantuan Sosial (Bansos). (IDN Times/Aditya Pratama)

    Mirisnya, Dinas Sosial Kota Tangerang mencatat, bila Yudariansyah masuk dalam desil 3 pada BPS. Desil tersebut menunjukkan bahwa Yudariansyah dalam kategori masyarakat rentan miskin.

    "Setelah dicek, warga tersebut masuk dalam desil 3. Bisa dilihat di BPS, desil 3 masuk dalam kategori hampir miskin atau berada dalam urutan ketiga terbawah," ungkap Sekretaris Dinas Sosial Kota Tangerang, Ferry, Senin (26/10/2026).

    Bahkan, beberapa kali Yudariansyah tercatat sempat menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Berupa bantuan langsung uang tunai dan PKH.

    Hanya saja, selama 6 bulan terakhir, bantuan tersebut tak lagi diterimanya atau exclude. Artinya, Yudariansyah dicoret atau dinonaktifkan dari penerima bantuan Kemensos.

    "Kenapanya banyak faktor, bisa karena dia sudah bekerja, atau lainnya. Untuk bisa tahu, bisa kroscek langsung di aplikasi Cek Bansos," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More