Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelajar SMP Tewas di Legok, Diduga Dikejar Pelajar Lain hingga Tabrak Truk

Kab. Tangerang
3 min read
Pelajar SMP Tewas di Legok, Diduga Dikejar Pelajar Lain hingga Tabrak Truk
Ilustrasi mayat. (IDN Times)
  • Pelajar SMP berinisial A meninggal setelah kecelakaan di Legok pada 20 Oktober 2026, saat diduga dikejar kelompok pelajar lain bersama dua temannya.

  • Keluarga menyebut A kehilangan kendali saat mendahului truk setelah pengejaran; dua temannya terluka, sementara A meninggal sekitar pukul 18.00 WIB.

  • Kasus ditangani Polres Tangerang Selatan; sekolah merumahkan dua siswa SMPN 1 Legok yang diduga terlibat selama penyelidikan berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times – Seorang pelajar SMP berinisial A meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Selasa (20/10/2026). Keluarga korban menyebut kecelakaan terjadi saat A bersama dua temannya diduga dikejar sejumlah pelajar lain.

Menurut kerabat korban, Elisnia, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu A bersama dua temannya hendak mengunjungi rumah seorang guru dan sempat menunggu rekan mereka di sekitar SMP PGRI 134 Legok.

Saat berada di lokasi, tiga orang berboncengan satu sepeda motor melintas. Berdasarkan keterangan salah satu korban yang selamat kepada keluarga, kelompok tersebut diduga menghentikan A dan teman-temannya serta menanyakan asal sekolah mereka.

“Awalnya mereka mau ke rumah guru, lalu menunggu teman di area dekat SMP PGRI 134 Legok. Menurut saksi selamat, ada tiga orang diduga pelaku yang boncengan melintas di lokasi,” ujar Elisnia, Selasa (27/10/2026).

  1. 1. Korban diduga dikejar hingga Caringin

    Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)
    Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)

    Keluarga menyebut A dan dua temannya merasa terancam sehingga berusaha menghindar dengan memutar arah menggunakan sepeda motor. Namun, menurut Elisnia, mereka diduga terus dikejar hingga kawasan Caringin, Legok. Sepeda motor yang ditumpangi korban bahkan sempat terjatuh di sekitar SPBU Caringin.

    Korban dan kedua temannya kemudian kembali melanjutkan perjalanan. Keluarga menyebut kelompok yang diduga mengejar kembali hingga mendekati kawasan pabrik.

    “Mereka jatuh di (dekat) SPBU Caringin tapi bangkit lagi karena pelaku mepet terus, dikejar lagi, jatuhlah di pabrik dekat situ,” katanya.

    Dalam kondisi tersebut, A disebut kehilangan kendali saat berupaya mendahului sebuah truk. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian menabrak truk. Keluarga pun menyebut pengejar sempat mengejek korban setelah kecelakaan sebelum meninggalkan lokasi.

  2. 2. A meninggal sekitar pukul 18.00 WIB

    Ilustrasi mayat (dok IDN Times)
    Ilustrasi mayat (dok IDN Times)

    A kemudian dibawa ke klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sekitar satu setengah jam setelah kejadian, dirujuk ke rumah sakit. Namun, A dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB saat mendapatkan penanganan medis.

    Dua teman A mengalami cedera. Salah satunya mengalami luka ringan, sementara satu korban lainnya harus menjalani operasi bagian tangan.

    Keluarga berharap dugaan pengejaran sebelum kecelakaan turut diusut dan ada kejelasan mengenai penanganan kasus. “Kami berharap pelaku bisa dihukum, sudah 5 hari keponakan kami meninggal. Tapi beritanya tidak heboh seperti yang di Serpong,” ujar Elisnia.

  3. 3. Polisi tangani kasus

    Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)
    Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)

    Kanit Lantas Polsek Legok, Ipda Joko Imam, membenarkan adanya kecelakaan pelajar yang diduga berkaitan dengan aksi kejar-kejaran antarpelajar. Saat ini penanganan kasus diambil alih Polres Tangerang Selatan. Polisi dari Polsek Legok disebut hanya membantu keluarga korban.

    “Kasusnya ditangani Polres. Peristiwa ada di Pagedangan. Kita hanya membantu keluarga korban,” kata Joko, Senin (26/10/2026).

    Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Galan Adit Dharmawan belum memberikan keterangan terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

  4. 4. Dua pelajar SMPN 1 Legok hanya diskors

    Kepala SMP Negeri 1 Legok, Nur Ainun membenarkan, terdapat dua siswanya yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Menurut Ainun, berdasarkan keterangan yang diterima pihak sekolah, kejadian bermula dari provokasi antarpelajar.

    “Kata pengakuan dari anaknya, mereka ada yang (provokasi) cuitan-cuitan gitu lah, ‘woi-woi’ gitu kan kayak gitu ya, ‘woi-woi’. Terus geber-geber motor, katanya gitu. Nah, kan mungkin tersulutlah ya,” kata Ainun.

    Kedua siswa tersebut diketahui merupakan pelajar kelas IX. Pihak sekolah menyebut keduanya mengaku terlibat keributan bersama sejumlah rekan. Sebagai langkah sementara selama proses penyelidikan, sekolah merumahkan kedua siswa tersebut di bawah pengawasan orangtua.

    “Mereka dirumahkan dulu, di bawah pengawasan orang tua. Selama proses (penyelidikan) ini aja, kurang lebih satu minggu ya (diskor), kalau misalnya prosesnya masih berlanjut ya kita terus lanjut,” ujar Ainun.

    Pihak sekolah menyatakan mendukung proses penyelidikan kepolisian dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat berwenang.

    “Kalau dari kami sendiri, ya itu, kami serahkan (proses penyelidikannya) ke pihak yang lebih berwenang,” kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More