Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bocah 7 Tahun di Serang Diduga Dicabuli Paman Teman Sekelas

Kota Serang
2 min read
Bocah 7 Tahun di Serang Diduga Dicabuli Paman Teman Sekelas
Ilustrasi pencabulan (IDN Times/Arief)
  • Bocah perempuan 7 tahun di Kota Serang diduga dicabuli paman teman sekelasnya dua kali pada Jumat dan Sabtu pekan lalu, setelah ibunya menemukan pendarahan dan luka.
  • Korban awalnya takut bercerita karena diduga diancam pelaku, serta mengaku dipukul di punggung dan diminta merahasiakan kejadian tersebut.
  • Keluarga terkendala biaya visum, namun Unit PPA Polresta Serang Kota dan P2TP2A mendampingi pemeriksaan, laporan resmi, serta fasilitasi visum dan psikologis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serang, IDN Times – Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun di Kota Serang, Banten, diduga menjadi korban pencabulan oleh pria yang disebut sebagai paman teman sekelasnya. Dugaan kekerasan seksual itu terjadi dua kali pada Jumat dan Sabtu pekan lalu.

Kasus terungkap setelah ibu korban, Y (40), mendapatkan informasi dari teman sepermainan anaknya bahwa korban mengalami pendarahan saat buang air kecil. Khawatir dengan kondisi tersebut, Y memeriksakan kondisi anaknya.
Saat diperiksa, Y mendapati pendarahan dan luka yang tidak wajar pada bagian sensitif.

"Saat saya periksa karena penasaran, ternyata benar anak saya mengalami pendarahan dan terdapat luka tidak wajar di bagian sensitifnya," ujar Y saat dihubungi melalui telepon, Selasa (27/10/2026).

  1. 1. Korban mengaku diancam

    Ilustrasi pencabulan (IDN Times/Shukma Sakti)
    Ilustrasi pencabulan (IDN Times/Shukma Sakti)

    Awalnya, korban enggan menceritakan kejadian yang dialaminya. Korban disebut ketakutan karena mendapat ancaman dari terduga pelaku agar tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orangtuanya. Setelah dibujuk, korban akhirnya menceritakan dugaan pencabulan yang dialaminya kepada sang ibu.

    "Anak itu ketakutan karena diancam diam. Pelakunya ini pria paruh baya, duda anak tiga. Kebetulan rumah kontrakannya sangat dekat dengan tempat tinggal kami," ungkap Y.

    Berdasarkan keterangan korban, dugaan pencabulan tersebut terjadi sebanyak dua kali, yakni pada hari Jumat dan Sabtu pekan lalu. Korban juga mengaku dipukul pada bagian punggung serta diancam agar merahasiakan kejadian tersebut.

  2. 2. Keluarga terkendala biaya visum

    ilustrasi pencabulan (dok IDN Times)
    ilustrasi pencabulan (dok IDN Times)

    Keluarga korban bersama pengurus RT sempat berupaya membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan visum. Namun upaya tersebut terkendala biaya. Y yang sehari-hari bekerja di tempat pemotongan ayam mengaku kesulitan memenuhi biaya pemeriksaan.

    "Bahkan sempat meminjam uang Rp200 ribu kepada atasannya, sedangkan biaya visum diperkirakan mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu," katanya.

  3. 3. Polisi turun tangan dan dampingi korban

    Ilustrasi pencabulan/dok. Istimewa
    Ilustrasi pencabulan/dok. Istimewa

    Menanggapi kondisi tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Serang Kota turun tangan mendampingi keluarga korban.

    Kanit PPA Satreskrim Polresta Serang Kota, Ipda Febby Mufti Ali, mengatakan pihaknya telah memantau kasus tersebut dan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang.

    Menurut Febby, keluarga korban telah diarahkan untuk berkonsultasi dengan P2TP2A. Pemeriksaan visum dan pendampingan psikologis juga akan difasilitasi agar korban memperoleh penanganan yang dibutuhkan.

    "Hari ini keluarga sudah kami arahkan untuk konsultasi dengan P2TP2A Kota Serang. Besok diagendakan untuk visum sekaligus pembuatan laporan resmi ke Polres. Sengaja kami dampingi bersama P2TP2A agar biaya visum dan psikolog digratiskan oleh Pemkot," kata Febby.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More