Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Almamater Unpam Terseret Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

Kota Tangerang Selatan
2 min read
Almamater Unpam Terseret Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI
Gedung Universitas Pamulang 2 Viktor (Dok. mti.unpam.ac.id)
  • Almamater Universitas Pamulang terseret polemik setelah akun Instagram mengunggah foto pria berjas Unpam dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI.

  • Polemik mencuat ketika sejumlah peserta beralmamater kampus diduga bukan mahasiswa institusi tersebut, usai video wawancara identitas mereka beredar di media sosial.

  • Bayu Setiadi mengaku bukan mahasiswa Undira dan dibayar menghadiri acara, sementara Sari mengakui bukan mahasiswa aktif UBSI serta meminta maaf.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Almamater Universitas Pamulang (Unpam) ikut terseret dalam polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Sebuah akun Instagram bernama @aliansimahasiswaunpam mengunggah foto seorang pria yang mengenakan jas almamater Unpam dalam kegiatan tersebut. Unggahan itu mempertanyakan identitas pria yang terlihat mengenakan ikat kepala Merah Putih dan jas almamater berwarna biru dengan logo Unpam.

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan pesan “ALMAMATER BUKAN BARANG DAGANGAN”. “Jika ada yang mengenal silakan langsung DM (kirim pesan singkat),” tulis admin akun tersebut.

Pengunggah juga mempertanyakan penggunaan almamater kampus dalam kegiatan tersebut, termasuk dugaan adanya peserta yang mengenakan atribut perguruan tinggi meski bukan mahasiswa kampus yang tercantum pada almamater.

  1. 1. Bermula dari polemik peserta deklarasi

    Polemik bermula setelah kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia digelar di Pospol Bundaran HI pada Kamis (29/10/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Sejumlah figur publik lain, seperti Willie Salim, Chika Jessica, Okan Kornelius, dan Intan RJ, juga hadir.

    Dalam kegiatan tersebut, Raffi mengajak generasi muda tidak mudah terpecah belah oleh informasi palsu, ujaran kebencian, dan provokasi.

    Namun, kegiatan itu kemudian menuai sorotan setelah sejumlah peserta yang mengenakan almamater berbagai perguruan tinggi diketahui bukan mahasiswa kampus yang atributnya mereka kenakan. Temuan tersebut muncul setelah video peserta ketika diwawancarai mengenai identitas kampusnya beredar di media sosial.

    Salah satunya Bayu Setiadi alias Dino yang mengenakan almamater Universitas Dian Nusantara (Undira).

    Bayu kemudian memberikan klarifikasi melalui BEM Undira. Ia mengakui bukan mahasiswa Undira dan mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut berdasarkan undangan sebuah komunitas serta menerima bayaran.

    “Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara. Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar,” kata Bayu dalam video klarifikasi.

    Bayu juga menyebut almamater yang dikenakannya diberikan kepadanya tanpa mengetahui asal-usulnya.

  2. 2. Almamater UBSI juga jadi sorotan

    IMG-20261030-WA0042.jpg
    Poster Sari wanita yang ikut deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI/( poster @UBSI)

    Selain Undira, penggunaan almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam kegiatan tersebut juga menjadi perhatian.

    Perempuan bernama Sari yang mengenakan almamater UBSI kemudian memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia mengakui bukan mahasiswa aktif UBSI dan menyampaikan permohonan maaf terkait penggunaan atribut kampus tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More