Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Abu Anak Krakatau Menyebar ke Tangerang, Wali Kota Bagi-bagi Masker
Abu Anak Krakatau Menyebar ke Tangerang, Sachrudin Bagikan Masker (Dok. Pemkot Tangerang)
  • Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke Tangerang, mendorong Pemkot meningkatkan kewaspadaan dan Wali Kota Sachrudin membagikan masker kepada pengguna jalan.

  • Pemkot mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas luar ruangan, menjaga kesehatan, memantau informasi resmi, serta tetap waspada tanpa panik terhadap risiko gangguan pernapasan.

  • Seluruh siswa TK hingga SMA sederajat di Kota Tangerang menjalani pembelajaran jarak jauh pada 7-9 September 2026, dengan evaluasi mengikuti perkembangan kondisi lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat Pemerintah Kota Tangerang meningkatkan kewaspadaan. Wali Kota Tangerang Sachrudin membagikan masker kepada warga yang beraktivitas di luar ruangan, Senin (7/9/2026).

Sachrudin mulai membagikan masker sejak sekitar pukul 06.30 WIB di sejumlah titik jalan raya di Kota Tangerang. Salah satunya di kawasan rambu lalu lintas Tugu Adipura. “Pakai maskernya ya, ada abu vulkanik. Bahaya,” ujar Sachrudin kepada pengguna jalan sembari membagikan masker.

1. Pemkot Tangerang minta warga tetap waspada

Abu Anak Krakatau Menyebar ke Tangerang, Sachrudin Bagikan Masker (Dok. Pemkot Tangerang)

Pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi Pemkot Tangerang terhadap potensi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Terlebih, Senin menjadi hari kerja dan aktivitas masyarakat di luar rumah kembali meningkat. Sementara siswa sekolah di Kota Tangerang mulai menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mengurangi paparan langsung abu vulkanik.

Sachrudin mengatakan pemerintah bersama organisasi perangkat daerah terus memantau sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Hari ini kita membagikan masker kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Ini untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat agar tetap menjaga kesehatannya,” kata Sachrudin.

Ia mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan arahan pemerintah terkait kondisi sebaran abu vulkanik. Meski demikian, warga diminta tidak panik.

“Ya, kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik. Yang penting kita jaga kesehatan kita,” ujarnya.

2. Abu vulkanik menyebar ke Jabodetabek

Abu Anak Krakatau Menyebar ke Tangerang, Sachrudin Bagikan Masker (Dok. Pemkot Tangerang)

Menurut Sachrudin, penggunaan masker menjadi salah satu upaya sederhana untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, khususnya bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan. “Karena kita khawatir akibat sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau yang sudah menebar ke Jabodetabek, bahkan ke Jawa Barat. Ini juga perlu kita antisipasi untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker,” katanya.

Ia pun meminta masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

“Mudah-mudahan upaya kita ini juga bisa menghindari, di antaranya, adanya penyakit ISPA dan lain sebagainya,” ujar Sachrudin.

3. Siswa Tangerang PJJ selama tiga hari

Abu Anak Krakatau Menyebar ke Tangerang, Sachrudin Bagikan Masker (Dok. Pemkot Tangerang)

Di sisi lain, seluruh siswa di Kota Tangerang mulai menjalani PJJ sejak Senin (7/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026). Kebijakan berlaku bagi siswa TK, SD, SMP, SMA, dan sederajat. Pembelajaran dari rumah diterapkan untuk mengurangi risiko siswa terpapar abu vulkanik saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan PJJ untuk sementara diterapkan selama tiga hari. Evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Sebagai tahap awal, pelaksanaan PJJ berlangsung selama tiga hari, yakni hingga Rabu, 9 September 2026. Selama periode tersebut, proses pembelajaran tetap berjalan dengan memanfaatkan metode pembelajaran dari rumah sesuai kesiapan masing-masing satuan pendidikan,” kata Wahyudi, Minggu (6/9/2026).

Menurut Wahyudi, kebijakan tersebut juga mengacu pada surat edaran dari kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Banten, hingga Wali Kota Tangerang. “Sehingga, keselamatan, keamanan dan kesehatan pelajar yang diutamakan,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article