TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

RSU Tangsel Punya Alat GeneXpert, Lalu Kenapa Tes COVID-19 Masih Lama?

Alat pendeteksi TBC, GeneXpert juga bisa untuk tes COVID-19

IDN Times/covid19.go.id

Tangerang Selatan, IDN Times - Pemerintah Indonesia berencana memakai alat GeneXpert untuk tes COVID-19. GeneXpert sebetulnya merupakan alat pendeteksi tuberculosis (TBC) kebal obat. 

Dikutip dari BBC.com, alat ini dinilai presisi. Tak hanya itu, alat ini juga mampu mengeluarkan hasil tes dalam waktu satu hingga satu setengah jam. 

Indonesia memiliki ratusan alat tes cepat molekuler TBC bernama GeneXpert yang diproduksi Cepheid itu. Namun, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute Amin Soebandrio menjelaskan, alat ini perlu komponen khusus jika hendak digunakan untuk uji COVID-19.

Baca Juga: Dokter: Gejala Pasien COVID-19 Semakin Tidak Khas

1. Saat ini, Indonesia punya sekitar 800 GeneXpert yang bisa dialihkan menjadi alat uji COVID-19

Kepala Lembaga Eijkman Amin Subandriyo (IDN Times/Panji Galih Aksoro)

Amin Soebandrio menjelaskan, GeneXpert merupakan alat tes COVID-19 yang hasilnya sangat cepat dibanding alat uji yang saat ini digunakan di Indonesia.

"Jadi GeneXpert itu suatu alat pemeriksaan molekuler berdasarkan PCR, yang versinya lebih cepat, selama ini sudah dipakai di Indonesia untuk mendeteksi kuman-kuman yang resisten terhadap antiklosis, seperti TBC dan hepatitis," kata Amin kepada IDN Times, Kamis (23/4).

Amin mengatakan, alat ini sebenarnya sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia. Sejauh ini pun sudah ada 800 unit lebih di Indonesia.

Jika berhasil dijalankan, satu alat ini bisa mampu menghasilkan tes untuk 16 orang dalam satu jam. "Jika sehari mampu melakukan berkali-kali running ya bisa ratusan," kata Amin.

2. Namun, GeneXpert butuh komponen khusus jika ingin diubah menjadi alat penguji COVID-19

Ilustrasi penanganan COVID-19 (IDN Times/Candra Irawan)

Amin menjelaskan agar alat ini bisa bekerja untuk mendeteksi COVID-19, dibutuhkan cartridge atau jika diibaratkan kaset perekam untuk hasil tes itu. "Yang jadi persoalannya kini, cartridge itu barang impor yang sekarang juga diburu semua negara termasuk produsen," kata Amin.

Sementara itu, pakar epidemologi di Universitas Indonesia, Pandu Riono menyebut kedatangan cartridge untuk tes COVID-19 yang dilakukan pemerintah pusat akan datang pada akhir April 2020 ini.

"Kalau cartridge lebih cepat datang, lebih cepat dilakukan," kata Pandu kepada IDN Times.

Meski begitu, Pandu mengatakan, bahwa pemerintah daerah bisa saja melakukan pengadaan cartridge untuk kebutuhannya. Hanya saja pengadaan tanpa melalui pemerintah pusat biasanya takkan dapat diskon harga.

Baca Juga: Pelabuhan Merak Tidak Layani Penumpang Selama Larangan Mudik 

Berita Terkini Lainnya