Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Bos Rental Mobil Bantah Ada Pengeroyokan
Dok. YouTube Dedy Corbuzier
  • Muhammad Rizky membantah pihaknya hendak mengeroyok Anggota TNI AL, Sertu AA, yang menembak ayahnya hingga tewas.
  • Rizky mengungkapkan bahwa rombongan korban tidak mendapat tembakan peringatan sebelum ayahnya tertembak di dada.
  • Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyatakan penembakan dilakukan karena situasi terdesak dan insting untuk membela diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Anak bos rental mobil, Muhammad Rizky membantah pihaknya hendak mengeroyok Anggota TNI Angkatan Laut, Sertu AA saat di lokasi kejadian. Hal itu membantah pernyataan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada), Laksdya TNI Denih Hendrata, beberapa waktu lalu. Diketahui, korban berinisial IAR (48) yang tewas lantaran terkena tembakan di dada. 

"Tidak benar (pengeroyokan). Itu yang saya sangat sayangkan, kaya fakta dibungkam lah, karena kejadian di Saketi pun tidak disebutkan, kami sudah ditodongkan pistol terlebih dahulu," kata Rizky dikutip dari podcast di akun YouTube Dedy Corbuzier.

Diberitakan sebelumnya, ayah Rizky, IAR, ditembak di Rest Area KM 45 Tol Tangerang Merak B, Jayanti, Kabupaten Tangerang

1. Bos rental meminta didampingi komunitas rental karena tidak didampingi kepolisian

Dok. YouTube Dedy Corbuzier

Rizky mengungkapkan, ayahnya menghubungi komunitas rental untuk ikut mendampingi dirinya saat ingin mengambil mobil Honda Brio miliknya lantaran pihak Polsek Cinangka menolak mendampinginya. Padahal, sebelumnya Sertu AA yang membawa mobilnya tersebut telah menodongkan senjata api ke arah rombongan korban.

"Kami dari tim ini (rental) 7 orang, lalu dari tim Armi (Asosiasi rental) 3 orang, jadi total 10 orang," kata Rizky.

2. Korban IAR sempat meminta Sertu AA menjatuhkan senjata

Dok. YouTube Dedy Corbuzier

Rizky mengungkapkan, korban IAR saat menyergap Sertu AA sempat menanyakan keberadaan senjata api yang sebelumnya ditodongkan ke arah rombongan korban. Hal tersebut lah, yang membuat rombongan memiting dan memegangi Sertu AA agar tidak menembak.

"Ayah saya sempat nanya, 'dimana pistol kamu? Jatuhkan' itu ayah saya mau mengamankan agar pistol itu tidak meledak di situ, dicari dulu senjatanya," katanya.

Namun, kata Rizky, Sertu AA menjawab dengan mengaku dari TNI AL (Angkatan Laut). Hingga, terdengar suara tembakan dari sebuah mobil Daihatsu Sigra yang terparkir di sebelah Honda Brio milik korban.

"Kemudian dia membuka kaca, lalu menodongkan senjata di perkumpulan kita," tuturnya.

3. Tidak ada tembakan peringatan sebelumnya

Dok. YouTube Dedy Corbuzier

Senada dengan itu, Agam Muhammad Nasrudin-- anak kedua bos rental mobil tersebut-- juga menegaskan, tidak ada tembakan peringatan sebelum tembakan yang diarahkan ke rombongannya hingga menyebabkan ayahnya, IAR meninggal dunia karena tertembak di bagian tengah dada.

"Tidak ada tembakan peringatan. Langsung 4 kali tembakan. Demi Allah, lewatin kuping saya waktu itu saya langsung melarikan diri, saya kabur mencari pertolongan orang sekitar di SPBU, tapi tidak ada yang bisa menolong karena orang tahu itu suara tembakan," ungkapnya.

4. TNI AL sebut menembak karena dikeroyok 15 orang

Pangkoarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata (kanan) ketika memberikan keterangan pers di Makoarmada I, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Diberitakan sebelumnya, Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan anggotanya melepaskan tembakan ke arah bos mobil rental, IAR (48) karena melihat keluarganya dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal di rest area KM 45 Tol Jakarta-Merak. Pelaku penembakan memiliki hubungan keluarga dengan prajurit TNI AL yang disebut dikeroyok. 

Ia mengatakan tidak ada niat untuk membahayakan siapapun. Namun, seandainya dihadapkan pada situasi pengeroyokan maka insting harus digunakan dan diambil tindakan. 

"Berarti kan sebetulnya sama-sama tidak tahu siapa yang akan mati," ujar Laksdya Denih ketika memberikan keterangan pers di Makoarmada I, Jakarta Pusat pada Senin (6/1/2025). 

Dalam situasi terdesak, katanya, pasti setiap prajurit akan mencari cara untuk membela diri. "Mungkin akan mencari suatu benda yang mungkin untuk bisa membela diri dan mengamankan. Nah, ini mungkin digunakan, ada senjata api dan itu kan memang dibawa," tutur dia. 

Editorial Team

Related Article