Anak Tak Kunjung Pulang, Nurjanah Jalan Kaki Cari Ario Bocah 10 Tahun

- Ario Pratama Danianto, 10 tahun, hilang setelah pamit membeli jajanan dekat rumah di Kunciran, Tangerang. Ia menghilang bersama sepeda saat ibunya membuat susu untuk adiknya.
- Nurjanah dan suaminya mencari Ario lebih dari 24 jam di lingkungan rumah, rumah kerabat, hingga Pondok Aren, serta menyebarkan informasi lewat grup sekolah, RT, dan RW.
- Polsek Pinang menjemput Nurjanah, membuat laporan orang hilang, mengantarnya pulang, lalu mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan warga untuk mencari Ario.
Tangerang, IDN Times – Nurjanah tak lagi memikirkan lelah, ia mencari anaknya yang tak kunjung pulang. Dengan berjalan kaki, ibu asal Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang itu menyusuri jalan demi jalan hingga ke wilayah Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, mencari keberadaan anaknya, Ario Pratama Danianto yang baru berusia 10 tahun.
Namun, pencarian yang dilakukan seorang diri itu belum membuahkan hasil. Setelah lebih dari 24 jam, Ario belum ditemukan.
1. Ario pamit membeli jajanan

Nurjanah menceritakan, Ario meninggalkan rumah pada siang hari dengan alasan hendak membeli jajanan di warung yang berada tak jauh dari rumah. Ia sempat mengingatkan putranya agar tidak pergi lama karena ayahnya akan segera pulang. Beberapa saat kemudian Ario sempat kembali dan mengatakan warung masih tutup karena pemiliknya sedang bersiap membuka usaha.
Saat itu Nurjanah masuk ke rumah untuk membuatkan susu untuk adik Ario yang sedang sakit. Ketika kembali ke depan rumah, Ario sudah tidak terlihat. Sepeda yang biasa digunakannya pun ikut hilang.
Nurjanah awalnya mengira anaknya kembali ke warung. Namun setelah dicek, warung masih tutup dan pemiliknya mengaku tidak melihat Ario datang.
2. Orangtua sudah mencari hingga ke rumah kerabat

Sejak Ario dinyatakan hilang, Nurjanah bersama suaminya berusaha mencari ke berbagai lokasi, mulai dari lingkungan sekitar tempat tinggal, rumah kerabat hingga menyebarkan informasi melalui grup sekolah, RT, dan RW.
Bahkan Nurjanah berjalan kaki dari Kunciran menuju Pondok Aren dengan harapan menemukan putranya. “Saya cari di kampung situ enggak ada juga sampai sore. Akhirnya saya sama bapaknya muter-muter kemana saja enggak ketemu. Sampai ke rumah neneknya dua kali juga enggak ada,” ujar Nurjanah, Selasa (4/8/2026).
3. Polisi jemput Nurjanah dan langsung bantu pencarian

Perjuangan Nurjanah mencari anaknya akhirnya diketahui jajaran Polsek Pinang. Mendapat informasi dari masyarakat, polisi langsung menjemput Nurjanah di Pondok Aren untuk membantunya membuat laporan orang hilang.
Kapolsek Pinang, AKP Adityo Wijanarko, mengatakan pihaknya bergerak cepat agar proses pencarian dapat segera dilakukan.
“Sore tadi kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada warga Kunciran, Ibu Nurjanah, yang melaporkan anaknya meninggalkan rumah. Setelah menerima informasi tersebut, kami menjemput Ibu Nurjanah untuk dibawa ke Polsek Pinang dan dibuatkan laporan anak meninggalkan rumah,” katanya.
Setelah laporan dibuat, polisi mengantar Nurjanah kembali ke rumah dan menerjunkan personel untuk membantu pencarian dengan berkoordinasi bersama warga.
“Kami merespons setiap laporan masyarakat. Selain menjemput Ibu Nurjanah yang berjalan kaki dari Kunciran hingga Pondok Aren, kami juga membuatkan laporan, mengantarkan beliau pulang, dan menggerakkan anggota untuk membantu mencari putranya. Mudah-mudahan dengan doa kita semua, anak ini segera ditemukan dan dapat berkumpul kembali bersama keluarganya,” ujar Adityo.
Kapolsek juga mengimbau orangtua agar selalu mengawasi anak-anaknya. Jika ada anggota keluarga yang tidak kunjung pulang dalam waktu yang tidak wajar, masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110 agar pencarian dapat segera dilakukan.



















