Menurut Solihin, APRINDO memiliki akses langsung terhadap industri dan kebutuhan dunia usaha, sementara UBM memiliki kapasitas pendidikan untuk menyiapkan talenta. Kolaborasi keduanya diharapkan dapat mempertemukan supply talenta dari dunia pendidikan dengan demand tenaga kerja dari industri ritel.
“Industri memiliki kebutuhan dan persoalan nyata, sementara kampus memiliki talenta dan pengetahuan. APRINDO menjadi jembatan yang menghubungkan keduanya,” kata dia.
Solihin mengatakan, industri ritel terus berkembang dan menghadapi perubahan yang semakin kompleks. Namun, selama ini kebutuhan tenaga kerja di sektor ritel banyak dipenuhi lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri ritel membutuhkan kompetensi lintas disiplin, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan bidang ilmu yang secara khusus mempelajari industri ritel.
“Semakin besar industri ritel berkembang, semakin besar pula kebutuhan kita terhadap sumber daya manusia yang memahami ritel secara spesifik,” ujar Solihin.
Berdasarkan data yang disampaikan APRINDO, sektor perdagangan merupakan kontributor terbesar kedua terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia setelah industri pengolahan. Pada 2025, kontribusinya mencapai 13,17 persen terhadap PDB nasional, sementara perdagangan besar dan eceran tumbuh 5,49 persen.
"Karena itu, APRINDO dan UBM menjajaki pengembangan S1 Manajemen Ritel yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan industri," jelasnya.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar Indonesia tidak hanya menghasilkan lulusan dengan latar belakang pendidikan umum yang kemudian bekerja di industri ritel, tetapi juga mulai mencetak talenta yang sejak awal mendapatkan pendidikan khusus mengenai ritel.
Kolaborasi APRINDO dan UBM dirancang tidak hanya untuk mencetak fresh graduate atau lulusan baru, tetapi juga meningkatkan kompetensi pekerja yang sudah berada di industri. Konsep tersebut dikembangkan melalui tiga jenjang, yakni Short Course Specialist, Retail Talent Academy, dan dalam jangka panjang S1 Manajemen Ritel.
“Dalam jangka pendek, kita akan membuat program future leader yang akan disiapkan sebagai sumber daya kompeten bagi para pengusaha ritel, terutama anggota APRINDO,” kata Solihin.