Serang, IDN Times - Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN), Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro mengungkapkan, maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Banten dipicu oleh buruknya standar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Rata-rata dapurnya jelek. Jadi penyebabnya hampir sekitar 98 persen dapur tidak sesuai standar, berdasarkan data kami. Itu terkait menu, karena dapurnya kurang sesuai standar," kata Doni di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (22/4/2026).
Artinya, kata dia, ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, ada temuan dapur yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). "Dan kebersihannya juga kurang,” kata dia.
