KAI Modernisasi Jalur Kereta Rangkasbitung, Apa Saja yang Baru?

- KAI dan DJKA modernisasi jalur Tanah Abang–Rangkasbitung untuk tingkatkan kapasitas layanan akibat lonjakan penumpang yang mencapai puluhan juta setiap tahun.
- Sebanyak 11 gardu traksi baru akan dibangun guna memperkuat daya listrik, memungkinkan pengoperasian rangkaian 12 kereta dan mengurangi kepadatan saat jam sibuk.
- Modernisasi sistem persinyalan dilakukan agar frekuensi perjalanan meningkat, headway berkurang, dan waktu tunggu penumpang menjadi lebih singkat di lintas Rangkasbitung.
Lebak, IDN Times – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiapkan peningkatan kapasitas layanan Commuter Line Rangkasbitung. Langkah itu dilakukan melalui penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
KAI mencatat jumlah pengguna Commuter Line Rangkasbitung mencapai 77,5 juta pelanggan sepanjang tahun 2025, atau naik dibanding tahun 2024 sebanyak 69,9 juta , dan 62 juta orang pada 2023.
Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna sudah mencapai 33,3 juta orang.
1. Okupansi Rangkasbitung Line tertinggi di Jabodetabek

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, tingginya permintaan masyarakat membuat tingkat kepadatan penumpang di lintas Rangkasbitung menjadi yang tertinggi dibanding lintas Commuter Line lainnya.
Saat ini, okupansi puncak Rangkasbitung Line mencapai sekitar 161 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding lintas Bogor yang berada di kisaran 130 persen dan lintas Bekasi/Cikarang sekitar 140 persen.
“Permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Rangkasbitung terus meningkat. Karena itu, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai langkah peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,” kata Bobby dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
2. KAI bangun 11 gardu traksi untuk operasikan rangkaian 12 kereta

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperkuat sistem Listrik Aliran Atas (LAA) di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Saat ini daya listrik pada lintas tersebut masih berada di level 3 ribu volt.
Kondisi itu membuat rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta belum dapat dioperasikan secara optimal. Berbeda dengan lintas Bogor dan Bekasi yang telah didukung daya sebesar 4 ribu volt.
Untuk mengatasi hal tersebut, KAI akan membangun 11 gardu traksi baru. Penambahan tersebut ditujukan untuk memperkuat pasokan listrik sehingga operasional rangkaian 12 kereta dapat diterapkan di masa mendatang.
Pertambahan kapasitas rangkaian, jumlah penumpang yang dapat diangkut dalam satu perjalanan akan meningkat sehingga kepadatan saat jam sibuk dapat berkurang.
3. Modernisasi persinyalan bakal pangkas waktu tunggu kereta

Selain penguatan daya listrik, KAI dan DJKA akan memodernisasi sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung. Saat ini sebagian sistem persinyalan masih menggunakan pola blok tertutup yang membatasi jumlah perjalanan kereta dalam satu lintas operasi. Akibatnya, headway atau jarak waktu antar kereta masih berada di kisaran 10 menit.
Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintas diharapkan meningkat sehingga frekuensi perjalanan dapat ditambah dan waktu tunggu penumpang menjadi lebih singkat.
“Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana, daya listrik, hingga sistem persinyalan. Dengan langkah tersebut, kapasitas angkut dapat bertambah dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik,” ujar Bobby.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan peningkatan kapasitas Rangkasbitung Line merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
“Melalui penguatan infrastruktur dan sistem operasi yang dilakukan secara bertahap, kapasitas layanan dapat terus ditingkatkan sehingga masyarakat memperoleh perjalanan yang semakin nyaman, aman, dan andal di masa mendatang,” kata Anne.


















