Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Binus School Serpong: Kami Fokus pada Pemulihan Korban
Dok. Akun X @gengtaibinus

Tangerang Selatan, IDN Times - Manajemen Binus School Serpong menyebut pihaknya memprioritaskan perhatian dan upaya untuk untuk mendukung pemulihan korban secara fisik, psikis maupun emosional, serta seluruh murid sekolah yang ikut terdampak.

Hal tersebut disampaikan Hubungan Masyarakat Binus School Education, Haris Suhendra menanggapi kasus bullying atau perundungan di sekolah tersebut yang tengah menjadi sorotan publik.

"Binus School menerapkan zero tolerance policy terhadap tindakan kekerasan baik secara fisik, psikis maupun emosional," kata Haris, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/2/2024).

1. Binus DO siswa pelaku bullying

Dok. Binus School Serpong

Haris menyebut, pihaknya mengecam segala bentuk kekerasan baik di dalam maupun luar sekolah, yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, Manajemen Binus School Serpong memastikan pihaknya sudah men-drop out para siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan.

Haris Suhendra mengatakan, hal itu dilakukan setelah pihak sekolah menginvestigasi secara intensif. Meski begitu, pihaknya tak merinci berapa jumlah siswa yang dikeluarkan dari sekolah.

"Sejumlah siswa lain yang turut menyaksikan kejadian tersebut tanpa melakukan tindakan pencegahan maupun pertolongan juga telah mendapatkan sanksi disiplin keras," kata Haris.

2. Insiden kekerasan terjadi di luar sekolah

Haris mengatakan, insiden kekerasan yang dialami oleh siswa Binus School Serpong dilakukan oleh sejumlah siswa lainnya, terjadi di luar lingkungan sekolah dan di luar jam sekolah.

"Mengingat insiden ini telah berada di ranah hukum, kami berkomitmen untuk kooperatif membantu segala proses investigasi dari pihak berwajib," kata Haris.

3. Binus minta publik mengerti kasus ini

Dok. Akun X @gengtaibinus

Haris menyebut, menyadari bahwa insiden ini melibatkan anak-anak di bawah umur, pihaknya memohon pengertian dari seluruh publik terhadap posisi sekolah untuk tidak dapat membagikan detail terkait privasi baik korban maupun semua yang terlibat dalam insiden ini.

"Sekali lagi kami menekankan bahwa tidak ada alasan yang membenarkan segala bentuk kekerasan. Fokus utama sekolah saat ini adalah untuk memberikan dukungan dan pendampingan yang dibutuhkan oleh korban dan keluarga," kata dia.

Editorial Team

Related Article