Ilustrasi tenaga honorer melakukan aksi kebijakan penghapusan honor oleh MenPAN-RB. ANTARA FOTO/Jojon
Dia menjelaskan, sejak 2012, dia sudah dinyatakan memenuhi syarat pengangkatan CPNS tanpa tes. Dia bersama ratusan rekannya yang memiliki nasib yang sama tidak berdiam diri.
Pada setiap pergantian kepala daerah, mereka selalu menyampaikan permasalahan tersebut Gubernur Banten yang baru, mulai dari masa Ratu Atut Chosiyah, Rano Karno, hingga Wahidin Halim. Namun, masalah ini tak kunjung terselesaikan ketika mereka selesai menjabat.
Bahkan, Gubernur Wahidin Halim sempat bertemu dengan ratusan honorer K1 tahun pada 2017. Saat itu, Wahidin dan berjanji akan memperjuangkan nasib mereka.
"Setiap gubernur baru kami selalu sampaikan hanya upaya ini pasti dapat jawaban tergantung pusat atau formasinya dari pusat," katanya.
Saat ini pihaknya akan kembali bertemu dengan Pj Gubernur Banten Al Muktabar untuk menyampaikan hal tersebut. Meraka pun akan meminta kejelasan terkait nasib mereka ke depan. "Menyelesaikan honorer Banten dengan bijak, adil serta berlandaskan prinsip kemanusiaan," katanya.
Diketahui jumlah total pegawai honorer se Pemprov Banten sekitar 17 ribu pegawai, terbagi dari honorer K1, honorer K2 dan honorer non-kategori.