Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DLH: Uap Insiden Pabrik di Cilegon Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Screenshot_20260201_191414_Chrome.jpg
Pabrik di Cilegon keluarkan asap kuning (Dok. X/weathermonitors)
Intinya sih...
  • Sumber pelepasan uap bukan dari kebocoran pipa atau tangki
  • DLH memasang 6 alat ukur udara di sekitar lokasi insiden
  • Kualitas udara masih berada di bawah ambang batas baku mutu
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memastikan uap yang dilepaskan saat insiden di PT Vopak Terminal Merak pada Sabtu, 31 Januari 2026 mengandung bahan kimia berbahaya. Temuan itu menjadi hasil pengembangan tim setelah kejadian tersebut menyebabkan puluhan warga mengalami gangguan pernapasan.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan kepastian adanya kandungan bahan kimia diperoleh setelah tim melakukan penelusuran dan meminta keterangan langsung dari pihak perusahaan.

1. Sumber pelepasan uap disebut bukan berasal kebocoran

ilustrasi pabrik industri yang mencemari udara (pixabay.com/DragonDash)
ilustrasi pabrik industri yang mencemari udara (pixabay.com/DragonDash)

Menurut Sabri, sumber pelepasan uap atau asap berwarna kuning bukan berasal dari kebocoran pipa maupun tangki penyimpanan, sebagaimana sempat dikhawatirkan warga.

“Dari penjelasan Vopak, kita simpulkan bahwa sumber pelepasan uap itu bukan terjadi dari pipa dan tangki. Itu yang disampaikan oleh Pak Wali dan itu murni hasil pengembangan. Bukan kebocoran di pipa maupun tangki,” kata Sabri, Senin (2/1/2026).

2. DLH tengah memasang 6 alat ukur udara

ilustrasi polusi udara dan kualitas udara yang buruk (vecteezy.com/Ps_ Studio21)
ilustrasi polusi udara dan kualitas udara yang buruk (vecteezy.com/Ps_ Studio21)

Karena berkaitan dengan zat kimia, DLH langsung memasang enam alat pendeteksi kualitas udara (air detector) di sekitar lokasi untuk memantau paparan di lingkungan. Empat alat dipasang DLH, satu dari pihak luar, dan satu tambahan dari perusahaan.

"Alat portabel tersebut dipilih agar pemantauan bisa dilakukan langsung di titik kejadian," katanya.

3. Kualitas udara dibawah baku mutu

Screenshot_20260201_191414_Chrome.jpg
Pabrik di Cilegon keluarkan asap kuning (Dok. X/weathermonitors)

Sementara itu, Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Lingkungan Hidup DLH Kota Cilegon, Andhi Rana S, menyebut hasil sementara pengukuran kualitas udara masih berada di bawah ambang batas baku mutu.

“Hasilnya masih di bawah ambang batas baku mutu,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More

DLH: Uap Insiden Pabrik di Cilegon Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

02 Feb 2026, 14:12 WIBNews