Edukasi Label Gizi: 6 Langkah Bijak Pilih Makanan Kemasan Menurut Ahli

Konsumen dianjurkan memeriksa usia sasaran, kedaluwarsa, komposisi, informasi nilai gizi, jumlah sajian, serta mencocokkan klaim kemasan agar tidak terkecoh overclaim.
Gizi seimbang pada 1.000 hari pertama penting bagi tumbuh kembang anak; asupan realfood dan aktivitas fisik perlu seimbang, sementara obesitas anak memerlukan konsultasi dokter gizi.
Tidak semua bahan dalam pangan olahan berfungsi sebagai pemanis; maltodekstrin merupakan karbohidrat turunan pati yang membantu tekstur, kelarutan, dan membawa vitamin-mineral.
Tangerang, IDN Times - Kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan bergizi membuat informasi gizi kini melimpah. Sayangnya, hal ini justru sering memicu beragam persepsi yang membingungkan terkait mana makanan yang benar-benar sehat dan tidak.
Terlebih, saat ini banyak orang yang sadar untuk mengonsumsi realfood dan menghindari Ultra Processed Food (UPF) yang telah dikemas dan dijual di pasaran. Namun, tahukah kamu tak semua makanan kemasan tidak sehat?
Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan, Diana Sunardi dalam seminar memperingati World Food Day 2026 bertema “Innovate Today. Nourish Tomorrow”, Danone Indonesia bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) mengungkapkan, masyarakat harus mengetahui kandungan komposisi maupun gizi di kemasan.
"Misalnya saja adanya makanan berlabel tanpa gula tambahan, maka sebagai konsumen kita harus melihat dengan cermat di bagian komposisi dan label gizi, adakah kandungan gula tambahan yang tersembunyi?" Kata Diana, Kamis (15/10/2026).
1. Ini cara membaca label gizi di produk kemasan

Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan, Diana Sunardi dalam seminar memperingati World Food Day 2026 bertema “Innovate Today. Nourish Tomorrow”, Danone Indonesia bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) (IDN Times/Maya Auliq Aprilianti) Diana mengungkapkan, sebagai konsumen, terdapat 6 langkah sederhana yang bisa dilakukan agar tidak tertipu overclaim dari produsen makanan kemasan. Pertama, cari tahu label mengenai usia dan jenis produk. "Selanjutnya, periksa tanggal kadaluarsa dari produk tersebut. Pastikan tanggal kadaluarsa tak terlalu dekat atau bahkan terlewat," jelasnya.
Ketiga, periksa komposisi produk kemasan makanan. Pastikan tidak ada bahan-bahan tersembunyi yang tidak sesuai dengan klaim yang tertera di kemasan.
"Keempat, membaca informasi nilai gizi yang biasanya tertera dekat dengan komposisi. Dalam label tersebut akan tertera jumlah kalori total, gula, karbohidrat, protein, lemak, hingga natrium, perhatikan jangan sampai melebihi kebutuhan maksimal harian," kata dia.
Diana menekankan untuk memperhatikan jumlah sajian atau porsi dari satu kemasan tersebut. Pasalnya, biasanya produsen menyantumkan jumlah kalori, gula, karbohidrat, lemak, protein, hingga natrium per sajian.
"Misalnya, dalam satu botol produk minuman teh, tertera takaran saji 250 ml per sajian, sedangkan botol tersebut berisi 1.000 ml, itu kan bisa 4 porsi, sementara label gizi itu per sajian, jadi jika tertera gula 30 gram maka berarti kalau kita minum satu botol dalam sehari, ada 120 gram gula yang kita konsumsi, ini kan melebihi batas harian," katanya.
Keenam dan terakhir, cocokan klaim pada bagian depan kemasan. Misalnya, jika sesuai klaim tanpa gula tambahan dan benar tidak menemukannya, maka klaim tersebut mengandung kebenaran.
2. Bagaimana agar anak terhindari dari gizi buruk dan obesitas?

Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan, Diana Sunardi dalam seminar memperingati World Food Day 2026 bertema “Innovate Today. Nourish Tomorrow”, Danone Indonesia bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) (IDN Times/Maya Auliq Aprilianti) Diana mengungkapkan, 1.000 hari pertama kelahiran (HPK) sangat penting bagi tumbuh kembang anak, baik fungsi otak maupun motorik. Makanya, pemberian gizi juga harus dilakukan secara seimbang. Lalu, bagaimana menghindari anak dari gizi buruk ataupun obesitas?
Diana menuturkan, sebenarnya pemberian makanan pada anak, terutama makanan yang mendekati bentuk aslinya atau realfood tak perlu dibatasi. Apalagi, jika anak memiliki kegiatan fisik yang banyak.
"Makanya WHO memgatakan, kalau pemberian makanan pada anak sebenarnya tak perlu dibatasi, selama anak bergerak aktif sesuai kalori yang masuk, misalnya jumlah kalori yang dikonsumsi 1.400 kcal, anak harus bergerak misalnya minimal 1.000 kcal sehingga seimbang," jelasnya.
Namun, jika anak sudah terlanjur mengalami obesitas, Diana menegaskan hal tersebut perlu konsultasi langsung dengan dokter gizi anak. Pasalnya, kasus obesitas pada anak mesti dicari penyebabnya karena dapat bersifat kompleks.
"Jadi tidak bisa disamakan antara anak satu dengan yang lain, tapi biasanya akan tetap dianjurkan untuk ditambah kegiatan fisiknya supaya jumlah kalori masuk dan keluar bisa seimbang," jelasnya.
3. Apakah semua gula harus dihindari?

Seminar memperingati World Food Day 2026 bertema “Innovate Today. Nourish Tomorrow”, Danone Indonesia bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Diana menjelaskan bahwa setiap bahan pangan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dalam suatu produk. Karbohidrat, misalnya, merupakan zat gizi makro yang menjadi sumber energi utama tubuh, terdiri berbagai jenis dengan karakteristik yang berbeda dalam proses metabolisme di dalam tubuh maupun proses pembuatan bahan pangan.
"Kombinasi bahan-bahan yang digunakan dalam produk pangan ditujukan agar dapat memenuhi jenis dan jumlah zat gizi sesuai dengan peraturan yang berlaku," jelasnya.
Namun, memahami kandungan pangan dari sisi nutrisi saja belum cukup untuk menjelaskan mengapa suatu bahan digunakan dalam produk olahan. Setiap bahan baku juga memiliki fungsi teknologis yang menentukan kualitas, kestabilan, serta pengalaman konsumsi (sensory experience) suatu produk pangan.
Proses formulasi ini memerlukan keseimbangan yang tepat antara standar gizi, tekstur, rasa, hingga keamanan produk guna memastikan nilai nutrisi dan kualitas fisiknya dapat saling melengkapi.
Dosen Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH), Julia R. Wijaya menjelaskan pentingnya memahami sifat dan fungsi berbagai komponen pangan. Banyak orang membayangkan membuat formulasi produk pangan sederhana, padahal setiap bahan memiliki fungsi yang berbeda, dan banyak yang secara fungsi saling melengkapi. Ada banyak bahan yang keberadaan dan perannya secara keseluruhan tidak dapat digantikan dengan bahan lainnya.
"Sebagai contoh, pemanis buatan dapat mengganti rasa manis, namun menggunakan pemanis buatan saja tidak dapat menggantikan semua karakter yang dikontribusikan oleh gula dalam suatu produk pangan, dan ini akan memengaruhi karakteristik produk yang dihasilkan," katanya.
Pemanis hanya dapat menggantikan fungsi gula sebagai pemberi rasa manis, tapi dalam produk yang menggunakan gula bukan hanya sebagai pemberi rasa manis, peran gula terhadap karakter fisik seperti tekstur dan body tidak dapat tergantikan oleh pemanis.
"Di sinilah bahan seperti maltodekstrin dibutuhkan. Maltodekstrin bukan gula atau gula tambahan. Struktur maltodekstrin berbeda dengan gula," katanya.
Dalam regulasi pangan, baik BPOM maupun otoritas pangan internasional seperti FDA dan EFSA, maltodekstrin dikategorikan sebagai karbohidrat, hasil hidrolisis atau bahan pangan hasil olahan/turunan dari pati yang dapat digunakan sebagai bagian dari formulasi produk. Maltodekstrin sering dibutuhkan dalam produk pangan justru untuk peran yang berkaitan dengan karakteristik fisik dan fungsional, bukan rasa.
"Pada berbagai produk seperti susu pertumbuhan, minuman, hingga pangan fungsional, maltodekstrin berperan untuk menjaga mouthfeel, kelarutan, serta menjadi carrier untuk vitamin dan mineral dalam produk pangan,” papar Julia.
Peningkatan literasi pangan berbasis sains sangat berguna bagi masyarakat. Pemahaman tentang struktur, sifat dan fungsi bahan pangan, serta komposisi pangan secara utuh dengan merujuk pada sumber informasi yang kredibel akan membantu masyarakat untuk mengerti produk pangan yang dikonsumsinya.
"Juga memahami bagaimana semua bahan berinteraksi sehingga menilai produk tidak lagi hanya dari satu jenis bahan tertentu," ujar Julia.





















