Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GP Ansor Tangsel Dukung Miftahul Akhyar dan Gus Kikin di Muktamar NU
Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, usai menghadiri acara silaturahmi dengan kader NU di Hotel Claro Makassar, Jumat malam (14/8/2026). (IDN Times/Aan Pranata)
  • PC GP Ansor Tangerang Selatan mendukung KH Miftahul Akhyar kembali sebagai Rais Aam PBNU dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum pada Muktamar NU ke-35 di Jombang.

  • Duet tersebut dinilai memadukan integritas dan spiritualitas KH Miftahul Akhyar dengan kemampuan manajerial serta akar pesantren Gus Kikin untuk menghadapi tantangan organisasi.

  • GP Ansor Tangsel menginstruksikan kader dan Banser mengawal muktamar agar aman, tertib, dan sejuk, serta berkomitmen mematuhi seluruh keputusan strategis yang dihasilkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang Selatan mendukung KH Miftahul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Dukungan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35. GP Ansor Tangsel mendukung KH Miftahul Akhyar untuk menjabat kembali sebagai Rais Aam PBNU dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.

Ketua PC GP Ansor Tangerang Selatan, H. Imam Fitra Ramadhan, mengatakan duet tersebut dinilai menjadi kombinasi yang ideal untuk memimpin NU di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks.

“Kami melihat rekam jejak, integritas, dan kedalaman spiritual yang luar biasa dari KH Miftahul Akhyar sebagai pengayom tertinggi (Rais Aam),” ujar Imam dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

1. Dinilai punya kombinasi kepemimpinan

Ketua PWNU Jatim, Gus Kikin. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Imam menilai, pengalaman dan kapasitas Gus Kikin dapat melengkapi kepemimpinan KH Miftahul Akhyar. Menurutnya, Gus Kikin memiliki kemampuan manajerial serta akar kultural pesantren yang kuat.

“Pendampingan dari Gus Kikin yang memiliki manajerial kepemimpinan kuat serta akar kultural pesantren yang kokoh di Tambakberas, akan membawa stabilitas dan kemajuan bagi NU,” katanya.

Dia menyebut perpaduan antara ulama sepuh yang karismatik dan figur transformatif dibutuhkan NU untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

GP Ansor Tangsel juga memandang Muktamar NU ke-35 sebagai momentum penting bagi masa depan organisasi dan warga Nahdliyin. Di bawah kepemimpinan KH Miftahul Akhyar dan Gus Kikin, GP Ansor Tangsel berharap konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting dapat berjalan lebih harmonis dan transparan.

Organisasi kepemudaan NU tersebut juga berharap kepemimpinan baru dapat memberikan dampak terhadap kemandirian ekonomi dan pengembangan pendidikan umat.

2. Kader dan Banser diminta kawal muktamar

Selain menyatakan dukungan, PC GP Ansor Tangsel menginstruksikan jajaran kader, termasuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser), untuk ikut mendoakan dan mengawal jalannya Muktamar NU ke-35.

Imam meminta seluruh kader menjaga suasana muktamar tetap aman, tertib, dan sejuk.

“Muktamar bukan sekadar suksesi kepemimpinan, melainkan forum khidmat tertinggi. Kami mengajak seluruh elemen pemuda NU untuk menjaga marwah para kiai dan memastikan bumi Tambakberas Jombang menjadi saksi sejarah lahirnya kebangkitan baru NU menuju abad kedua yang lebih gemilang,” katanya.

PC GP Ansor Tangsel juga menyatakan komitmennya untuk tunduk dan patuh terhadap seluruh keputusan strategis yang dihasilkan dalam Muktamar NU ke-35.

Keputusan tersebut, kata Imam, akan dikawal demi kemaslahatan agama, bangsa, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Curated For You

Editorial Team

Related Article