Ilustrasi pasien (pexels.com/Anna Shvets)
Budi kembali mengingatkan warga yang mengalami gejala DBD, untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan dan mendapat penanganan medis.
Pasalnya, kata dia, masa kritis penderita DBD justru terjadi saat suhu tubuh turun, seolah-olah sudah normal dan tidak demam lagi. Pada titik itu, penderita DBD berat dikhawatirkan mengalami dengue shock syndrome, tanpa penurunan trombosit sampai di bawah 50.000, dan kenaikan hematokrit.
"Jika demam lebih dari dua hari segera pergi berobat ke fasilitas untuk pengobatan medis," katanya.
Dikutip dari herminahospitals.com, dengue shock syndrome kondisi dimana aliran darah ke seluruh jaringan tubuh akan menurun sehingga terjadi kekurangan oksigen (hipoksia). Hal ini dapat menyebabkan kejang, kerusakan pada hati, jantung, otak, dan paru-paru, penggumpalan darah, hingga kematian.