Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hingga Juli 2024, Kasus DBD Lebak Capai 2.371 Orang, 8 Meninggal
pixabay.com/WikiImages

Lebak, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Budi Mulyanto mencatat, ada 2.371 orang yang terkena demam berdarah dengue atau DBD pada periode Januari-Juli 2024. Dari jumlah itu, 8 orang meninggal dunia. 

 "Pergerakan penyebaran kasus DBD tahun ini meningkat dibandingkan 2023, sebanyak 764 kasus," kata Budi, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (28/8/2024). 

1. Waspadai dengue shock syndrome

Ilustrasi pasien (pexels.com/Anna Shvets)

Budi kembali mengingatkan warga yang mengalami gejala DBD, untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan dan mendapat penanganan medis. 

Pasalnya, kata dia, masa kritis penderita DBD justru terjadi saat suhu tubuh turun, seolah-olah sudah normal dan tidak demam lagi. Pada titik itu, penderita DBD berat dikhawatirkan mengalami dengue shock syndrome, tanpa penurunan trombosit sampai di bawah 50.000, dan kenaikan hematokrit.

"Jika demam lebih dari dua hari segera pergi berobat ke fasilitas untuk pengobatan medis," katanya.

Dikutip dari herminahospitals.com, dengue shock syndrome kondisi dimana aliran darah ke seluruh jaringan tubuh akan menurun sehingga terjadi kekurangan oksigen (hipoksia). Hal ini dapat menyebabkan kejang, kerusakan pada hati, jantung, otak, dan paru-paru, penggumpalan darah, hingga kematian.

2. DBD meningkat saat kemarau karena air cenderung menggenang dan tidak mengalir

Ilustrasi air yang menggenang (Pixabay.com/JackSellaire)

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lebak juga mengajak masyarakat agar mengoptimalkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M, yakni mengubur, menguras, dan menutup barang-barang bekas. Upaya ini merupakan bagian dari membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab DBD.

Selama ini, kata Budi, kasus DBD tetap diwaspadai seiring memasuki musim kemarau panjang, dimana air mengendap dan tidak bergerak, air menggenang pada barang-barang bekas juga pot maupun kolam, sehingga vektor perindukan jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Dengan demikian, pencegahan kasus DBD lebih efektif dan murah untuk memutuskan mata rantai penularan dengan kegiatan PSN dengan 3M serta menaburkan bubuk larvasida di bak mandi yang terdapat genangan air di lingkungan rumah.

"Kami minta warga agar memaksimalkan kegiatan PSN dengan 3M dapat memutus mata rantai penularan kasus DBD itu kepada orang lain," kata Budi.

3. Warga, jaga kebersihan lingkungan ya

Budi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta dapat membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kondisi lingkungan yang buruk, kata dia, memudahkan penyebaran kasus DBD, seperti drainase kondisi air tidak berjalan, juga barang-barang bekas tidak dikubur maupun dibakar.

"Kami minta masyarakat berperan aktif di lingkungannya untuk mencegah penularan kasus DBD dengan PSN," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article