Imigrasi Soekarno-Hatta Raih 10 Besar Layanan Imigrasi Terbaik Skytrax

- Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta kembali masuk 10 besar layanan imigrasi terbaik dunia versi Skytrax 2026, menegaskan konsistensi kualitas pelayanan di tengah persaingan global.
- Selama arus mudik Lebaran 2026, Imigrasi Soetta mencatat lebih dari 300 ribu pergerakan penumpang tanpa antrean berarti berkat optimalisasi autogate dan kesiapan petugas lapangan.
- Kementerian Imigrasi berkomitmen memperkuat transformasi digital melalui 15 program aksi strategis untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, aman, dan ramah bagi masyarakat.
Tangerang, IDN Times - Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta meraih peringkat 10 besar pelayanan Imigrasi bandara terbaik di dunia 2026 atau World's Best Airport Immigration Service 2026 dari Skytrax. Hal tersebut, diungkapkan Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman saat meninjau arus mudik, Jumat (20/3/2026).
Yuldi menyebut, bertahannya Imigrasi Soekarno-Hatta dalam 2 tahun berturut-turut tersebut merupakan bukti komitmen Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta dalam menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi lonjakan arus penumpang saat angkutan lebaran berlangsung.
"Ini suatu pencapaian yang luar biasa karena kita bisa mempertahankan Skytrax dari tahun lalu sampai dengan tahun sekarang kita tetap berada di urutan 10 besar dunia," ungkapnya.
1. Peringkat tersebut membuat Bandara Soetta setara bandara-bandara terbaik di dunia

Penobatan tersebut, kata Yuldi, merupakan bagian rangkaian capaian yang lebih luas di tingkat global, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta yang juga berhasil meraih berbagai peringkat bergengsi. Misalnya, kata dia, Bandara Soekarno-Hatta khususnya keimigrasian menerima peringkat 22 dalam World's Top 100 Airport 2026; peringkat 8 Best Airport in Asia 2026; serta peringkat 2 Best Airport 2026 dalam kategori 50 sampai dengan 60 juta penumpang. Selain itu juga kualitas sumber daya manusia layanan turut tercermin dari perolehan peringkat 10 Best Airport Staff in Asia 2026.
"Ini adalah capaian yang luar biasa di tengah ketatnya persaingan global di mana banyak bandara besar dunia mengalami pergeseran peringkat," ungkapnya.
Adapun, aspek yang dinilai oleh Skytrax. yakni efisiensi waktu tunggu, optimalisasi teknologi autogate, ketersediaan jalur prioritas, dan profesionalisme petugas di lapangan. Dengan gelar tersebut, pelayanan imigrasi Bandara Soetta setara dengan bandara terbaik dunia seperti Singapore Changi, Bahrain International Airport, dan Hong Kong International Airport.
"Saat ini kualitas layanan imigrasi kita telah setara dengan layanan imigrasi di bandara-bandara kelas dunia," ungkapnya
2. Yuldi memastikan tidak ada antrean di tempat pemeriksaan Imigrasi Soetta

Yuldi Yusman pun memantau langsung di Terminal 3 Bandara Soetta pada H-1 lebaran. Tercatat, Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dilintasi 183 ribu orang yang meninggalkan Indonesia ke berbagai negara tujuan sepanjang angkutan lebaran 2026. Sementara, untuk penumpang yang datang ke Indonesia sebanyak 127 ribu Data tersebut merupakan periode 12-18 Maret 2026.
"Terjadi peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan pada arus keberangkatan dibandingkan kedatangan," kata Yuldi.
Yuldi mengungkapkan, berdasarkan peninjauannya, tak ditemukan adanya antrean di tempat-tempat pemeriksaan Imigrasi, baik dalam konter pemeriksaan manual maupun autogate. Ia juga mengungkapkan, bahwa dalam periode angkutan lebaran, pihaknya juga mengaktifkan seluruh autogate.
"Kami memastikan bahwa pelayanan keimigrasian selama periode mudik Lebaran berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali," jelasnya.
3. Kementerian Imigrasi bakal terus mentingkatkan pemanfaatan teknologi

Yuldi menegaskan, pihaknya bakal terus melakukan transformasi digital seperti yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui 15 program aksi strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dimana teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
"Kami berkomitmen terus untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat transformasi digital, memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan ramah bagi masyarakat," pungkasnya.
Untuk diketahui, H-1 Idul Fitri 1447 Hijriyah, ada 159.814 pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Angka ini melandai jika dibandingkan dengan puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 lalu yang mencapai 191 ribu penumpang dalam sehari.


















