H-2 Idul Fitri, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Melandai

- Menjelang Idul Fitri 1447 H, Bandara Soekarno-Hatta mencatat 159.814 pergerakan penumpang pada H-2 lebaran dengan dominasi keberangkatan mencapai 91.919 orang.
- Sebanyak 1.127 penerbangan tercatat di hari yang sama, terdiri dari 846 rute domestik, 269 internasional, dan 12 penerbangan kargo.
- Airnav Indonesia melaporkan peningkatan pergerakan pesawat sejak 13 Maret 2026 sebesar 4,5 persen dibanding tahun lalu, didukung operasional INMC untuk pemantauan navigasi udara nasional.
Tangerang, IDN Times - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (19/3/2026), melandai. Tercatat, ada 159.814 pergerakan penumpang pada H-2 lebaran.
"Untuk keberangkatan sebanyak 91.919 penumpang dan kedatangan sebanyak 67.895 penumpang," kata Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, Kamis (19/3/2026).
1. Penumpang didominasi rute domestik

Yudis mengungkapkan, adapun pada masa angkutan lebaran 2026 ini, penumpang masih didominasi rute domestik, yakni pada Terminal 1 sebanyak 42.286 penumpang, Terminal 2 sebanyak 43.979, dan Terminal 3 sebanyak 28.871 penumpang.
"Sedangkan untuk penumpang rute internasional yakni 44.678 penumpang di Terminal 2 dan 3," katanya.
2. Ada 1.127 penerbangan pada hari ini

Sementara, untuk jumlah penerbangan, pada hari H-2 lebaran ini, terdapat 1.127 pesawat yang lalu lalang di langit Indonesia. Jumlah tersebut merupakan total dari penerbangan domestik dan internasional.
"Untuk domestik ada 846 penerbangan, internasional 269 penerbangan, dan kargo 12 penerbangan," jelasnya.
3. Pergerakan pesawat di Bandara Soetta telah meningkat sejak 13 Maret 2026

Sementara itu, Airnav Indonesia memprediksi bila pergerakan pesawat selama musim Angkutan Lebaran Tahun 2026 meningkat 4,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Untuk di Bandara Soekarno-Hatta saja, Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengungkapkan, telah terjadi peningkatan pergerakan pesawat sejak tanggal 13 Maret lalu. Hal ini lantaran kebijakan pemerintah yang memperbolehkan Work From Anywhere (WFA), sehingga waktu keberangkatan mudik jadi lebih cepat.
"Namun secara statistik masih di bawah peak-nya pada sebelum COVID sampai 1.300,"ungkap Setio.
Sementara, untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, Airnav Indonesia juga mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC) sebagai pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.
Ada lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance dan sistem ATC. Untuk petugas ATC sendiri, lanjut Setio, ada lebih dari 1.700.
"Yang dilayani Airnav yang melintas di langit Indonesia secara keseluruhan, kurang lebih berdasarkan laporan kemarin itu sehari traffic movement internasional sama domestik itu sekitar 5.000-an, kurang sedikit sehari," katanya.


















