Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Konsumsi Minuman Beralkohol Menyebabkan Kanker Hati?

Benarkah Konsumsi Minuman Beralkohol Menyebabkan Kanker Hati?
ilustrasi kanker hati (wkhs.com)
Intinya Sih
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu kanker hati, selain faktor lain seperti hepatitis B dan C kronis, sirosis, serta perlemakan hati.
  • Kanker hati sering tidak bergejala di tahap awal sehingga penting melakukan medical check-up rutin agar terdeteksi sebelum stadium lanjut.
  • Terapi Selective Internal Radiation Therapy Yttrium-90 (SIRT Y-90) hadir sebagai metode minimal invasif tanpa operasi besar untuk menghancurkan sel kanker hati secara lebih presisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tangerang, IDN Times - Kanker hati merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kematian yang tinggi di dunia karena sering kali baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Namun, benarkah mengonsumsi minuman beralkohol menjadi penyebab kanker hati?

Sugianto Santoso, Dokter Spesialis Radiologi Intervensi Rumah Sakit Mandaya Royal Puri Tangerang, mengungkapkan banyak pemicu kanker hati. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu panjang merupakan salah satunya.

"Faktor lain yakni infeksi hepatitis B dan C kronis, sirosis hati, perlemakan hati (fatty liver)," kata Sugianto saat peluncuran layanan Selective Internal Radiation Therapy Yttrium-90 (SIRT Y-90).

1. Kanker hati pada tahap awal seringkali tidak bergejala

ilustrasi kanker hati (nfcr.org)
ilustrasi kanker hati (nfcr.org)

Pada tahap awal, kanker hati sering tidak menimbulkan gejala yang khas, makanya pasien kerap kali datang saat sudah pada stadium lanjut.

Namun, seiring perkembangan penyakit, pasien dapat mengalami nyeri perut kanan atas, penurunan berat badan drastis, perut membesar akibat penumpukan cairan, hingga gangguan fungsi hati yang dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan.

"hingga penurunan fungsi hati yang berdampak pada kondisi tubuh secara keseluruhan," tutur Sugianto.

2. Rutin medical check-up jadi salah satu pencegahan kanker hati

Seorang dokter memberikan presentasi medis tentang terapi loco-regional di depan audiens di Rumah Sakit Mandaya Royal Puri Tangerang.
Sugianto Santoso, Dokter Spesialis Radiologi Intervensi Rumah Sakit Mandaya Royal Puri Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Untuk itu, dia menyarankan agar masyarakat terlebih dahulu memiliki faktor risiko untuk rajin melakukan medical check-up ke rumah sakit terdekat. Jangan sampai terdeteksi pada saat sudah stadium lanjut.

Sebab, pilihan terapi kanker hati ditentukan berdasarkan stadium kanker, ukuran dan lokasi tumor, serta kondisi fungsi hati pasien. Pada beberapa kasus stadium awal, operasi pengangkatan tumor maupun transplantasi hati masih dapat dilakukan sebagai terapi utama.

"Namun, tidak sedikit pasien yang baru terdiagnosis ketika tumor sudah berukuran besar, jumlahnya lebih dari satu, atau berada dekat pembuluh darah besar sehingga tindakan operasi memiliki risiko tinggi,"ujarnya.

3. Ada terapi tanpa operasi untuk pasien kanker hati

Seorang pembicara mempresentasikan terapi presisi SIRT Y-90 TARE untuk kanker hati di depan audiens di Mandaya Hospital Group.
Ben Widjaja, Co-founder & President Director Mandaya Hospital Group (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Salah satu terapi yang bisa dijalankan pasien yakni Selective Internal Radiation Therapy Yttrium-90 (SIRT Y-90). Layanan ini merupakan terapi kanker hati minimal invasif tanpa operasi besar yang masih tergolong baru dan langka di Indonesia.

Peluncuran layanan ini turut menghadirkan pakar SIRT Y-90 internasional, Assoc. Prof. Too Chow Wei selaku Senior Consultant dari Departemen Radiologi Intervensi Singapore General Hospital. SIRT Y-90 merupakan terapi kanker hati yang menggunakan zat radioaktif Yttrium-90 untuk menghantarkan radiasi langsung ke inti tumor melalui aliran darah.

"Terapi ini memungkinkan radiasi diarahkan lebih presisi ke tumor sehingga sel kanker dapat dihancurkan secara maksimal dengan risiko kerusakan lebih minimal pada jaringan hati sehat di sekitarnya,"kata Too Chow.

Sebelum prosedur dilakukan, pasien akan menjalani pemeriksaan pencitraan untuk memetakan pembuluh darah dan menentukan jalur terbaik menuju tumor. Selanjutnya, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah di area paha dekat selangkangan untuk menyalurkan partikel Y-90 langsung ke tumor hati, yang kemudian melepaskan radiasi dosis tinggi dalam jarak dekat.

“Semuanya kami harapkan dan maksimalkan untuk para pejuang kanker hati. Semoga Mandaya bisa membantu sebanyak-banyaknya pasien kanker hati untuk penyembuhan mereka," ujar Ben Widaja, Co-founder & President Director Mandaya Hospital Group.

Sebagai informasi, SIRT Y-90 dapat digunakan pada pasien kanker hati stadium awal maupun stadium lanjut, baik kanker hati primer maupun kanker yang telah menyebar (metastasis) ke hati.

Share Article
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Banten

See More