Puncak Arus Mudik, 1.200 Pesawat Lalu Lalang di Langit Bandara Soetta

- Sebanyak 1.200 pesawat melintas di langit Bandara Soekarno-Hatta pada puncak arus mudik, dengan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
- AirNav Indonesia melalui JATSC menerapkan manajemen slot dan sistem ground stop untuk mencegah kepadatan serta menjaga keselamatan penerbangan.
- Koordinasi intensif dilakukan dengan BMKG untuk memantau cuaca setiap 30 menit, memastikan navigasi dan komunikasi penerbangan tetap lancar tanpa gangguan.
Tangerang, IDN Times - Sebanyak 1.200 pesawat lalu lalang di langit Bandara Soekarno-Hatta pada puncak arus mudik, Rabu (18/3/2026). Untuk mengantisipasi adanya gangguan, AirNav Indonesia melalui Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) mempersiapkan skenario manajemen slot bilamana terjadi kepadatan dan gangguan keselamatan penerbangan.
"Kemarin sudah tercatat 1.187 pergerakan, meningkat dibanding tahun lalu. Hari ini sebagai puncak arus mudik, proyeksinya bisa mencapai 1.200 pergerakan," ujar General Manager Kantor Cabang Utama Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Widodo, saat ditemui.
1. JATSC menerapkan strategi manajemen slot dan ground stop

Widodo pun mengungkapkan, pihaknya menerapkan strategi manajemen slot dan ground stop, hal ini guna menghindari penumpukan pesawat (overcapacity) di wilayah udara Jakarta. Misalnya, AirNav menerapkan pengaturan slot secara strategis dan taktis.
Salah satu langkah tegas yang disiapkan adalah sistem delay departure atau penundaan keberangkatan dari bandara asal menuju Jakarta.
"Jika kondisi sudah sangat padat, kami akan melakukan ground stop. Bandara keberangkatan kita hambat dulu untuk beberapa waktu sebelum diberangkatkan kembali demi menjaga keselamatan," jelasnya.
2. Widodo memastikan pergerakan pesawat di Bandara Soetta masih dalam kapasitas

Meski begitu, hingga saat ini, Airnav Indonesia menegaskan, pergerakan pesawat khususnya di Bandara Soekarno Hatta masih dalam kapasitasnya. Selain memang adanya kesiapan SDM, fasilitas navigasi berupa Communication, Navigation, and Surveillance (CNS) dilaporkan dalam kondisi mantap atau satisfaction.
"Hal ini didukung oleh sistem radar dan ADSB yang saling mem-backup satu sama lain untuk menjamin kelancaran komunikasi penerbangan," katanya.
3. JATSC juga pantau cuaca berkala per 30 menit

Sementara, menanggapi potensi gangguan nonteknis, AirNav berkoordinasi intensif dengan BMKG. Setidaknya, perkiraan cuaca diperbarui setiap 30 menit sekali untuk memberikan panduan navigasi yang akurat kepada pilot.
"Sejauh ini gangguan masih dalam kondisi nihil. Peralatan kelistrikan dan jaringan komunikasi juga sudah melalui testing keandalan bersama pihak ketiga dan Otoritas Bandara pada Februari lalu," katanya.


















