Tangerang Selatan, IDN Times - Di bawah terik matahari yang menyengat, Ekawati berjongkok di tepian Sungai Cisadane. Tangannya lincah mengucek pakaian di tengah arus sungai yang perlahan mengalir. Aktivitas yang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, tapi bagi Ekawati, ini adalah bentuk kepasrahan.
Sudah hampir sebulan aktivitas mandi, cuci kakus di rumahnya di Kelurahan Kranggan, Tangerang Selatan, terkendala. Air sumur gali yang menjadi tumpuan hidupnya telah mengering di musim kemarau.
"Sudah enggak ada (air). Sudah sebulan," ujar Ekawati, saat ditemui di tepian Sungai Cisadane, Rabu (15/7/2026).
Tak jauh dari lokasi Ekawati, seorang nenek bernama Masnah warga Kranggan terlihat tertatih-tatih mengangkut ember berisi air bantuan. Ia adalah satu dari puluhan warga yang terpaksa mengantre di bawah terik untuk mendapatkan air bersih dari mobil tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan.
"Air ada sedikit (di sumur), cuma (terus) berkurang," tuturnya.
