Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus DBD di Lebak Tembus 1.536 orang, 6 Meninggal
Fogging untuk mengantisipasi wabah DBD di Jakarta Selatan. (IDN Times/Dwi Agustiar)

Lebak, IDN Times -Sebanyak 6 orang di Lebak meninggal karena penyakit demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, Lebak juga mencatat 1.536 kasus DBD hingga April 2024.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Budi Mulyanto,  meminta, warga mengoptimalkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M, yakni mengubur, menguras, dan menutup barang-barang bekas.

"Untuk membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti itu," kata dia, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (14/5/2024). 

1. Ini penyebab kasus DBD di Lebak meroket di awal 2024

https://ayosehat.kemkes.go.id/

Kasus DBD di Lebak ini meningkat drastis, dibandingkan tahun 2023. Tahun lalu, kasus DBD hanya 764 dan empat orang meninggal.
 
Peningkatan kasus DBD ini, menurut Budi, dipicu curah hujan tinggi sehingga memungkinkan vektor perindukan jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang biak, terutama pada genangan air di barang-barang bekas maupun bak dan kolam.

Saat ini, kata Budi, curah hujan masih tinggi karena memasuki masa pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. "Masyarakat agar waspada terhadap penularan penyakit DBD karena hujan itu tentu berpotensi meningkatnya kasus DBD," kata dia.

2. Bunuh nyamuk sejak jentik

pixabay

Pencegahan penyebaran DBD, kata dia, perlu digencarkan oleh masyarakat dengan kegiatan PSN. Dia yakin, PSN ini bisa mematikan jentik nyamuk dibandingkan penyemprotan (pengasapan) untuk membunuh nyamuk dewasa.

"Jika jentik nyamuk Aedes aegypti itu mati, dipastikan tidak menularkan penyakit yang mematikan itu kepada orang lain," kata dr Budi.

Selain itu, masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan serta dapat membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

3. Warga ada yang demam? Segera berobat ke faskes terdekat

rsud.kapuaskab

Budi juga meminta warga yang mengalami demam, segera berobat ke fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan penanganan medis.
 
Sebab, masa kritis saat suhu tubuh turun (normal) tidak demam lagi, sehingga perlu diwaspadai untuk DBD berat dan dengue shock syndrome, dengan penurunan trombosit sampai di bawah 50.000, dan kenaikan hematokrit.
 
"Kami minta warga jika demam lebih dari dua hari segera pergi berobat ke fasilitas kesehatan," ujarnya. 

Editorial Team

Related Article