Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi di Banten, Ini Arahan Pj Gubernur
Gubernur Banten, Al Muktabar. (Dok. Bank Banten)

Serang, IDN Times - Angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Banten masih tinggi. Pj Gubernur Banten Al Muktabar pun meminta, pemerintah kabupaten dan kota mengalokasikan pembiayaan bidang kesehatan lebih besar dibanding sektor lain.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banten, kematian ibu dan bayi di Tanah Jawara sepanjang tahun 2022 sudah mencapai 137 kasus.

"APBD kabupaten atau kota yang saya tanda tangani, parameter persetujuannya, kita lihat aspek kesehatan," kata Al Muktabar, Rabu (27/9/2022).

1. Masalah kesehatan harus diselesaikan secara bersama-sama

ilustrasi ibu hamil (IDN Times/Arief Rahmat)

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten itu berharap, masalah di bidang kesehatan bisa ditangani bersama-sama, antara pemprov dan kabupaten/kota. Persoalan kesehatan ini, kata dia, bukan hanya kasus kematian ibu dan bayi, namun juga masalah stunting dan gizi buruk.

"Kalau tidak terarah ke sana, kita syaratkan dan koreksi dari pengajuan APBD kabupaten/kota," katanya.

2. Ini penyebab mengapa angka kematian ibu dan bayi masih tinggi

ilustrasi ibu hamil (pexels.com/Pixabay)

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Mahdani menjelaskan, ada beberapa faktor mengapa kasus kematian ibu dan bayi di Banten masih tinggi. Salah satunya dari akses menuju ke fasilitas kesehatan belum memadai. Kondisi ini terutama terjadi di wilayah Selatan Banten, seperti Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

"Ada yang masih menggunakan dukun beranak (saat melahirkan). Mungkin bidan jauh, pertolongan pertama dari dukun (paraji) ini," katanya.

3. Akses infrastruktur jalan menuju faskes masih buruk

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Di sisi lain, akses dan infrastruktur jalan dari satu daerah ke fasilitas kesehatan, kata Mahdani, masih jadi persoalan. Selain lokasi yang jauh, jalanan rusak pun menjadi kendala warga untuk mendapatkan layanan dari fasilitas kesehatan. Hal ini pun menjadi faktor lain masyarakat memilih "jasa" dukun beranak, ketimbang tenaga medis.

Untuk itu, kata dia, Pemprov Banten akan membantu pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. "Lebak dan Pandeglang, kondisi jalannya belum bagus semua. Tahun ini ada peningkatan ruas jalan provinsi," katanya.

Editorial Team

Related Article