Kiriman Sampah Tangsel Jadi Kado Manis Awal Tahun Warga Kota Serang

- Wali Kota Serang awasi langsung pengiriman sampah perdana dari Tangsel ke TPSA Cilowong
- Pengiriman disebut mendukung program PSEL dan akan dievaluasi setiap tahun
- Kerja sama antar pemerintah daerah ini juga berkaitan dengan dukungan Pemkot Serang terhadap proyek strategis nasional (PSN) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)
Serang, IDN Times – Awal tahun 2026 dibuka dengan masuknya sampah dari Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang. Pengiriman perdana dilakukan Kamis (1/1/2026) malam, menyusul ditandatanganinya perjanjian kerja sama (PKS) penanganan sampah antar pemerintah daerah.
Pemkot Tangsel mengirim sebanyak 10 truk pengangkut sampah ke TPSA Cilowong. Seluruh armada ditutup terpal berwarna hijau untuk menekan bau dan mencegah gangguan aktivitas warga sekitar.
Kerja sama pengelolaan sampah tersebut telah disepakati melalui PKS antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel dan DLH Kota Serang. Pengiriman ini menjadi langkah awal kerja sama lintas daerah yang menuai perhatian publik, khususnya warga di sekitar TPSA.
1. Wali Kota awasi langsung pengiriman perdana sampah Tangsel

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan pengiriman sampah perdana tersebut diawasi langsung guna memastikan kesesuaian dengan isi PKS. Ia mengaku mengecek kondisi armada truk di rest area Bogeg sebelum masuk ke Kota Serang.
“Hari ini adalah pengiriman sampah pertama dari Tangerang Selatan. Saya tadi dari rest area Bogeg mengecek apakah truk sampah yang dikirimkan dari Tangsel ini sesuai dengan kesepakatan PKS. Alhamdulillah truknya baru semua dan bisa kita cek,” kata Budi.
Setelah pengecekan awal, truk-truk sampah tersebut kembali diperiksa di titik cek oleh masyarakat setempat. Warga dilibatkan untuk mencatat identitas sopir, nomor polisi kendaraan, serta kelengkapan armada sebagai bagian dari pengawasan.
“Tugasnya cek, nulis sama sopir, plat nomor dan lain-lainnya, lalu dievaluasi. Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat Taktakan Cilowong. Masyarakat dilibatkan untuk mendukung kebijakan saya,” ucap Budi.
2. Pengiriman sampah lintas daerah disebut mendukung program PSEL

Meski demikian, Budi menegaskan kebijakan pengiriman sampah lintas wilayah tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sebagai kepala daerah. Ia menyebut kerja sama ini juga berkaitan dengan dukungan Pemkot Serang terhadap proyek strategis nasional (PSN) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Insyallah 2026, bulan Agustus tanggal 3 akan mulai dibangun program PSEL oleh Bapak Presiden Prabowo,” jelasnya.
Di sisi lain, persoalan dampak lingkungan masih menjadi kekhawatiran warga sekitar TPAS Cilowong. Salah satu isu yang disorot adalah kualitas dan ketersediaan air bersih, yang disebut Budi sebagai persoalan lama di kawasan tersebut.
“Kita akan membuatkan perencanaan untuk pelaksanaan pembuatan air bersih bagi warga, supaya mereka bisa mendapatkan air yang bagus,” katanya.
Selain itu, Pemkot Serang juga menerima sejumlah masukan dari masyarakat untuk dievaluasi dalam pelaksanaan kerja sama. Salah satunya terkait peningkatan kapasitas keran air dari semula empat liter menjadi delapan liter guna mengurangi potensi tetesan.
“Kolaborasi kita dengan Pemkot Serang dan Tangsel ini akan diperbaiki pelan-pelan,” katanya.
3. Kerja sama sampah akan dievaluasi tiap tahun

Budi menambahkan, kerja sama pengelolaan sampah ini akan dievaluasi setiap tahun. Jika diperpanjang, draf PKS berpeluang direvisi dengan menambahkan kewajiban bantuan air bersih dari Pemkot Tangsel bagi warga terdampak.
“Kalau mau lanjut, kita perpanjang lagi. Draf kesepakatannya akan kita ubah, kita masukkan poin-poin baru, termasuk bantuan air bersih dengan perencanaan yang akan kita sodorkan ke Tangsel,” tuturnya.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Pemkot Tangsel memberikan bantuan keuangan (bankeu) sebesar Rp65 miliar kepada Pemkot Serang. Dana itu dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Cilowong serta perbaikan fasilitas TPAS.
“Alhamdulillah bisa 80 persen penyelesaian infrastruktur di Cilowong. Itu di luar KDN dan retribusi. Uang retribusi Rp57 miliar, dan separuhnya digunakan untuk perbaikan di TPA Cilowong,” tutup Budi.

















