Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Longsor di Bayah Lebak, Tujuh Rumah Warga Rusak Tergerus Tebing

Longsor di Bayah Lebak, Tujuh Rumah Warga Rusak Tergerus Tebing (Dok. IDN Times/Sandi)
Longsor di Bayah Lebak, Tujuh Rumah Warga Rusak Tergerus Tebing (Dok. IDN Times/Sandi)
Intinya sih...
  • Longsor dipicu hujan deras, tujuh rumah warga rusak
  • Tiga rumah lain terancam, pemerintah desa ajukan permohonan bantuan
  • Pemerintah Provinsi Banten diminta untuk menangani longsor dengan bronjong
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN TimesBencana longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Sedikitnya tujuh rumah warga di Kampung Sukajaya dan Kampung Warung Lame, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, dilaporkan rusak akibat pergeseran tanah yang terjadi di kawasan perbukitan.

Bangunan rumah yang berdiri di atas tebing mengalami kerusakan cukup parah setelah tanah di sekitarnya bergerak dan tergerus longsor. Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, mengatakan peristiwa ini bukan kali pertama terjadi.

“Ini sudah yang kesekian kali. Kejadian pertama terjadi pada 17 Desember 2025, dipicu hujan dari sore sampai malam hari,” ujar Rafik, Senin (12/1/2026).

1. Longsor dipicu hujan deras

Ilustrasi bencana pergerakan tanah di Desa Cidikit Kecamatan Bayah akibat diterjang cuaca ekstrem
Ilustrasi bencana pergerakan tanah di Desa Cidikit Kecamatan Bayah akibat diterjang cuaca ekstrem (ANTARA/BPBD)

Menurut Rafik, longsor kembali terjadi setelah wilayah Bayah diguyur hujan sejak sehari sebelumnya. Selain tujuh rumah yang terdampak, terdapat tiga rumah lain yang kini berada dalam kondisi terancam.

“Ada tiga rumah yang terancam karena bangunannya sudah mengalami retak-retak. Kejadiannya memang tidak sekaligus,” katanya.

2. Pemerintah desa sudah mengajukan permohonan bantuan

ilustrasi hujan deras (unsplash.com/Christopher)
ilustrasi hujan deras (unsplash.com/Christopher)

Pasca longsor pertama, Pemerintah Desa Bayah Timur telah mengajukan permohonan bantuan penanganan kepada Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Kami sudah mengajukan permohonan bantuan bronjong untuk menahan tanah di lokasi tersebut. Kalau terlalu lama dibiarkan, area perumahan warga bisa habis tergerus longsor,” jelas Rafik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

BMKG Imbau Warga Banten Waspada Hujan Ekstrem 13-16 Januari 2026

13 Jan 2026, 08:50 WIBNews