Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Efisiensi Energi Bantu Pemprov Banten Hemat Rp200 Miliar
Deden Sekda Banten (Dok. Khaerul Anwar)
  • Pemprov Banten berhasil menghemat sekitar Rp200 miliar lewat efisiensi energi dan operasional, terutama dari perjalanan dinas, BBM, serta pembayaran listrik.
  • Dana hasil penghematan akan dialokasikan untuk program prioritas seperti sekolah gratis dan pembangunan infrastruktur desa melalui mekanisme APBD Perubahan.
  • Langkah penghematan sudah diterapkan sejak tiga pekan terakhir atas instruksi Gubernur Andra Soni agar ASN membiasakan hemat energi tanpa mengganggu pelayanan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Banten mengumumkan penghematan sekitar Rp200 miliar melalui efisiensi energi dan operasional, termasuk pengurangan biaya perjalanan dinas, bahan bakar minyak, serta pembayaran listrik.
  • Who?
    Sekretaris Daerah Banten Deden Apriandhi menyampaikan keterangan tersebut, sementara Gubernur Andra Soni sebelumnya menginstruksikan aparatur sipil negara untuk melakukan langkah-langkah penghematan energi.
  • Where?
    Kegiatan dan kebijakan efisiensi ini berlangsung di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, dengan pernyataan resmi disampaikan di Serang.
  • When?
    Pernyataan mengenai hasil efisiensi disampaikan pada Kamis, 16 April 2026, setelah program penghematan berjalan selama sekitar tiga pekan terakhir.
  • Why?
    Langkah efisiensi dilakukan untuk menekan belanja daerah serta menghadapi potensi krisis bahan bakar akibat situasi global, sekaligus mengalihkan dana ke program yang langsung menyentuh masyarakat.
  • How?
    Efisiensi diterapkan melalui pembatasan perjalanan dinas, pengurangan konsumsi BBM dan listrik di kantor pemerintahan, serta penerapan kebiasaan hemat energi oleh ASN tanpa mengganggu pelayanan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Sekretaris Daerah Banten, Deden Apriandhi, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mampu menghemat belanja hingga sekitar Rp200 miliar melalui efisiensi energi dan operasional. Menurut dia, Pemprov janji hasil efisiensi itu akan dialokasikan untuk program-program yang langsung menyasar masyarakat.

Deden menjelaskan, penghematan berasal dari sejumlah pos belanja, terutama perjalanan dinas, bahan bakar minyak, dan pembayaran listrik.

“Dari perjalanan dinas, BBM, dari pembayaran listrik itu kurang lebih mencapai Rp200 miliar. Itu efisiensi yang bisa kita lakukan,” katanya, Kamis (16/4/2026).

1. Dana hasil penghematan bakal dialihkan ke program sekolah gratis

Deden Sekda Banten (Dok. Khaerul Anwar)

Dana hasil penghematan tersebut, kata dia, akan diarahkan untuk mendukung program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat seperti sektor pendidikan termasuk sekolah gratis, serta berbagai inisiatif pembangunan daerah lainnya, di antaranya Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

“Karena kan selain itu (pengalokasian dana efisiensi) menjadi klausul di surat edaran (Kemendagri) tapi ya kalau kita bisa menyentuh program yang langsung menyentuh masyarakat kenapa enggak,” katanya.

2. Pergeseran anggaran tetap dilakukan di APBD Perubahan

IDN Times/Khaerul Anwar

Meski demikian, realokasi anggaran itu belum dilakukan dalam waktu dekat. Deden menyebut seluruh penghematan akan diakumulasi dan dimasukkan dalam mekanisme Anggaran Perubahan.

“Nanti diakumulasi di anggaran perubahan karena kan tetap anggaran di perubahan itu melalui proses perubahan,” kata dia.

3. Pemprov mulai melakukan penghematan sejak 3 pekan terakhir

Andra Soni saat tinjau jalan desa yang dibangun provinsi di Tangerang (Dok. Khaerul Anwar)

Sebelumnya, Gubernur Banten, Andra Soni, meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan penghematan energi, menyusul potensi krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik global.

Ia menegaskan, langkah sederhana seperti mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan harus menjadi kebiasaan, tidak hanya saat kondisi darurat tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Andra, upaya efisiensi energi tetap harus memperhatikan pelayanan publik agar tidak terganggu.

“Kepada para ASN untuk memperhatikan listrik itu, jangan meninggalkan ruangan dalam keadaan lampu menyala. Tapi yang harus menyala tetap harus menyala,” ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team