Penyortiran Logistik Pemilu di Gudang KPU Serang Ricuh

Serang, IDN Times - Proses penyortiran logistik Pemilu di gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang ricuh pada Rabu malam (31/1/2024).
Surat hingga sampul suara tercecer di lantai, bahkan ada yang terinjak-injak oleh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang tengah melakukan pengepakan logistik.
1. Kegaduhan terjadi karena tak diatur KPU

Salah satu anggota PPS berinisial MA menyebut, kegaduhan itu terjadi lantaran tidak ada pengaturan dan arahan dari KPU Kabupaten Serang sehingga prosesi pengepakan atau penyortiran logistik antar desa tidak kondusif.
Hal itu diperparah, kata dia, penempatan logistik tak tersusun antar dapil. "PPS itu berebut mengepak logistik untuk di daerah masing-masing, tapi kondisi gudang acak-acakan buat kita pada bingung," kata MA kepada wartawan.
2. MA: tak ada pendampingan dari pihak KPU

Namun, yang ia sayangkan saat prosesi pengepakan logistik tersebut tidak didampingi oleh anggota KPU Kabupaten Serang.
"Jadi siapa cepat, dia dapat," katanya.
3. Bawaslu pun meminta proses penyortiran surat suara disetop sementara

Saat dikonfirmasi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang Furqon mengaku telah mendapat laporan dari petugas yang bertugas di lapangan terkait kegaduhan di gudang logistik pemilu. Selain, surat suara yang tercecer, orang yang masuk ke dalam pun tak ada skrining karena minim pengamanan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Bawaslu Serang telah mengambil tindakan untuk KPU Kabupaten Setang menghentikan sementara proses penyortiran surat suara tersebut.
"Kami dari Bawaslu, telah mengimbau memberhentikan sortir dan pengepakan surat suara, kami khawatir banyak oknum oknum yang membawa pulang surat suara," katanya.



















