Arief R. Wismansyah (tengah) melihat kesiapan SMPN 27 Gebang Raya sebagai RIT khusus pasien COVID-19 gejala ringan (Antaranews)
Arlan meminta Pemkot Tangerang menangani persolan banjir di kawasan tersebut. Terutama menangani sistem drainase.
"Terkait itu, terkait bagaimana sistem di pertokoan atau perumahan terhadap penampungan air. Kalau Tangerang Kota saya lihat mereka bikin embung. Kalau mengharapkan Drainase jalan untuk menampung semua air kawasan ya enggak bisa," jelas Arlan.
Terkait dengan dugaan banyaknya sampah yang terdapat di drainase jalan MH Thamrin kata Arlan itu akan dibenani. Apalagi, terdapat petugas kebersihan di lokasi tersebut. Pihaknya pun juga akan melihat seksama tuduhan itu.
"Setiap hari ada yang ke lapangan dan kerja, ada penyedotan, kalo emang benar kita lihat sama sama apa betul itu? Yang saya tau dari dulu daerah Thamrin banjir itu karena banjir kawasan," tuturnya.
Meski demikian, Dinas PUPR Provinsi Banten kata Arlan berencana melebarkan saluran drainase di Jalan MH Thamrin. Fungsinya untuk meminimalisir banjir. Bukan untuk menampung air dari perumahan atau pertokoan.
"Tapi ini tidak bisa menyelesaikan masalah juga kalau kawasan itu tidak punya sistem pembuangan dan penampungan air yang jelas. Di MH Thamrin banjir kawasan dan itu tidak bisa diselesaikan dengan mengandalkan drainase jalan. Mereka (perumahan dan pertokoan) harus punya drainase sendiri," tegas Arlan.
Arlan mengatakan rencana pelebaran jalan MH Thamrin belum dianggarkan. Pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Pemkot Tangerang.
"Karena kita ingin tau juga ini sistem drainase perkotaan atau master plan kota Tangerang terkait pengendalian banjir atau air dari perumahan dimana ini pembuangannya," ucap Arlan.