Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RSUD Banten Beli 8 Ambulans Klinik Rp36 Miliar, Ini Kata Anggota DPRD

RSUD Banten Beli 8 Ambulans Klinik Rp36 Miliar, Ini Kata Anggota DPRD
Ambulans klinik milik Dinkes Banten (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
5W1H
  • RSUD Banten mengalokasikan dana Rp36,6 miliar dari BLUD untuk membeli 8 ambulans klinik berbasis telemedicine yang dibagi dalam dua paket pengadaan dengan jadwal pelaksanaan hingga Maret 2026.
  • Kendaraan dirancang sebagai klinik berjalan lengkap dengan alat medis modern seperti USG, rontgen portabel berbasis AI, dan sistem telemedicine agar dokter lapangan bisa konsultasi langsung dengan spesialis.
  • DPRD Banten menyoroti besarnya anggaran pembelian ambulans tersebut karena dinilai kurang proporsional dibanding kebutuhan mendesak lain seperti pembayaran tenaga kebersihan dan ketersediaan obat-obatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serang, IDN Times – RSUD Banten bakal membeli 8 unit ambulans klinik berbasis telemedicine dengan total anggaran Rp36.668.000.000. Pengadaan tersebut bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Rencana itu tercantum dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Pemerintah Provinsi Banten dengan dua paket pengadaan, yakni Belanja Kendaraan Ambulance Klinik Paket A dan Paket B.

1. Pengadaan dibagi 2 paket dengan masing m-masing Rp18, miliar dan Rp17,7 miliar

Dok. Istimewa/IDN Times
Dok. Istimewa/IDN Times

Paket A memiliki pagu anggaran Rp18.952.000.000 dan Paket B Rp17.716.000.000. Masing-masing paket dialokasikan untuk empat unit kendaraan, dengan jadwal pelaksanaan kontrak, pemilihan penyedia, dan pemanfaatan pada Maret 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kendaraan tersebut bukan ambulans biasa sehingga anggaran yang digulirkan cukup besar.

"Pengadaan ini adalah mobile clinic berbasis telemedicine seperti yang menjadi inovasi Pemerintah Provinsi Banten dalam bidang kesehatan dalam rangka mewujudkan Banten Sehat. Untuk mobile clinic ini yang di dalamnya itu bukan sekadar ambulans,” kata Ati, Jumat (20/2/2026).

2. Kendaraan disebut dirancang untuk menjangkau daerah yang sulit diakses

Ambulans klinik milik Dinkes Banten (Dok. IDN Times)
Ambulans klinik milik Dinkes Banten (Dok. IDN Times)

Menurutnya, kendaraan itu dirancang sebagai klinik berjalan untuk menjangkau daerah dengan akses terbatas. Di dalamnya akan dilengkapi ventilator, alat ultrasonografi (USG), rontgen portabel dengan pembacaan berbasis kecerdasan buatan (AI), elektrokardiogram (EKG), hingga mini laboratorium sederhana untuk pemeriksaan penyakit tidak menular.

Seluruh perangkat tersebut terintegrasi dengan sistem telemedicine yang terhubung langsung ke RSUD Banten. Dengan sistem ini, dokter umum di lapangan dapat berkonsultasi secara real time dengan dokter spesialis saat menangani kasus tertentu.

Ati membenarkan akan ada dua tipe kendaraan, yakni tipe besar dan tipe kecil. Tipe kecil dirancang untuk menjangkau wilayah pelosok dengan akses jalan sempit. Meski berbeda ukuran, keduanya disebut memiliki kelengkapan alat medis yang sama. Ia menegaskan harga per unit kendaraan tidak sampai Rp4 miliar.

Konsep mobile clinic ini disebut bukan sepenuhnya baru. Dinas Kesehatan sebelumnya telah memiliki satu unit yang kini ditingkatkan kapasitasnya dengan tambahan alat medis.

Ke depan, armada tersebut akan dioperasikan secara bergilir dengan berkoordinasi bersama dinas kesehatan kabupaten/kota. Lokasi pelayanan akan difokuskan pada wilayah yang sulit dijangkau puskesmas maupun puskesmas pembantu.

“Iya, gantian. Jadi nanti kita dengan dinas kesehatan kabupaten kota meminta lokasi mana yang sulit dijangkau, masyarakat sulit menjangkau pustu atau puskesmas, di situlah kita hadir, jadi terus datang keliling,” kata Ati.

3. Anggaran pembelian ambulans itu jadi sorotan DPRD, masih ada kebutuhan yang lebih mendesak

Yeremia (dok.istimewa Yeremia)
Yeremia (dok.istimewa Yeremia)

Namun, pembelian 8 unit ambulans klinik yang menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah itu justru mendapat sorotan dari anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa. Ia menilai alokasi anggaran tersebut semestinya bisa dibagi secara lebih proporsional.

Menurutnya, di satu sisi masih terdapat kebutuhan mendesak seperti pembayaran tenaga kebersihan dan petugas keamanan yang belum optimal, serta ketersediaan obat-obatan yang dinilai masih kurang. Namun di sisi lain, justru dilakukan belanja 8 unit mobil ambulans dengan nilai anggaran yang cukup besar.

“Harusnya bisa dipilah dan diprioritaskan. Jangan sampai kebutuhan dasar seperti tenaga kebersihan, security, dan obat-obatan kurang, tapi anggaran besar justru terserap untuk pengadaan ambulans,” katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More