Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekolah di Tangerang Siapkan Siswa Pelajari AI Kurikulum Multidimensi
Sekolah di Tangerang Siapkan Siswa Hadapi Era AI lewat Kurikulum (Dok. Yayasan Multimedia Nusantara)

  • Multimedia Nusantara School di Gading Serpong menerapkan kurikulum multidimensi yang menggabungkan Kurikulum Merdeka, Pearson Edexcel, dan SLSD untuk menyiapkan siswa menghadapi AI serta dunia kerja.
  • Melalui Talent Mapping, siswa didampingi mengenali potensi dan menentukan jalur pendidikan sesuai minat. Program terintegrasi ini ditargetkan menghasilkan lulusan adaptif, inovatif, berkarakter, dan memiliki dua ijazah.
  • MNS membangun Gedung High School dengan kelas interaktif, laboratorium, olahraga, dan hall, serta menyediakan ekstrakurikuler seperti robotics, coding, seni, olahraga, STEM Club, dan Model United Nations.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ikut mengubah kebutuhan pendidikan dan keterampilan yang harus dimiliki anak serta remaja. Menjawab tantangan tersebut, Multimedia Nusantara School (MNS) di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, menerapkan kurikulum multidimensi.

Kurikulum tersebut memadukan kemampuan akademik, teknologi, keterampilan hidup, dan karakter. Pendekatan ini diterapkan melalui integrasi Kurikulum Nasional Merdeka, Kurikulum Internasional Pearson Edexcel, serta Sustainability Life Skill Development (SLSD).

Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Teddy Surianto, mengatakan pendekatan tersebut dirancang untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan.

“Melalui integrasi ini, siswa akan lulus dengan memiliki dua ijazah, yaitu nasional dan internasional,” kata Teddy saat seremoni Topping Off Gedung High School MNS di Gading Serpong, Tangerang, Kamis (17/9/2026).

1. Siswa dipandu lewat talent mapping n ]89

Ilustrasi AI. (IDN Times/Anjani Asra)

Menurut Teddy, pembelajaran di MNS tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Siswa mendapatkan pendampingan untuk mengenali potensi dan menentukan jalur pendidikan sesuai minat serta kemampuan. Salah satunya melalui program Talent Mapping, untuk membantu siswa menentukan arah pendidikan sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi ujian dengan standar global.

“Pembelajaran diperkuat dengan pemanfaatan teknologi, pengembangan karakter, dan kesiapan menuju universitas unggulan lokal maupun top dunia,” ujarnya.

Teddy mengatakan, melalui kurikulum yang terintegrasi tersebut, MNS menargetkan lulusannya memiliki kemampuan beradaptasi, inovatif, dan berkarakter kuat sehingga dapat berkembang di berbagai bidang.

2. Gedung sekolah dilengkapi fasilitas modern

ilustrasi AI (unsplash.com/Mohamed Nohassi)

Selain kurikulum, MNS menyiapkan fasilitas pendukung pembelajaran melalui pembangunan Gedung High School. Gedung tersebut dirancang dengan konsep modern sekaligus humanis. Fasilitas yang disiapkan antara lain Smart Classroom interaktif, laboratorium modern, lapangan olahraga, serta hall untuk mendukung berbagai aktivitas siswa.

“Fasilitas di Gedung High School ini dirancang modern namun tetap humanis, karena kami ingin gedung ini menjadi ekosistem yang memicu rasa ingin tahu, melatih kepemimpinan (leadership), serta memupuk kreativitas tanpa membatasi impian para siswa,” kata Teddy.

3. Ada robotics hingga model United Nations

Sekolah di Tangerang Siapkan Siswa Hadapi Era AI lewat Kurikulum (Dok. Yayasan Multimedia Nusantara)

MNS juga menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan kompetensi yang terbagi dalam empat bidang, yakni technology & innovation, arts, culture & creativity, sports & wellness, serta academic & global competencies.

Siswa juga dapat memilih berbagai kegiatan, mulai dari robotics, coding, animation, game development, digital journalism, cinematography, drama & theatre, hingga public speaking. Selain itu, tersedia berbagai cabang olahraga, STEM Club, english club, hingga Model United Nations (MUN).

Teddy mengatakan pilihan kegiatan tersebut disesuaikan dengan hasil Initial Mapping dan Talent Mapping, minat siswa, serta pendampingan guru dan mentor. “Dengan demikian, kegiatan yang diikuti dapat menjadi bagian dari perjalanan siswa dalam mengembangkan passion, kompetensi, dan portofolio,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article